Friday, December 27, 2013

Tak Peduli Gula Darah, Bisa-bisa Cuci Darah !

Di suatu pojok ruang hemodialisis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), saya melihat seorang pasien, laki-laki, usianya barangkali sekitar 40 tahun, sedang berbaring seperti biasanya, menjalani cuci darah (hemodialisis).

Saya melihat, tidak berapa lama setelah peralatan cuci darah terpasang dan mesinnya bekerja menggantikan ginjalnya yang tidak berfungsi itu, tampak dia langsung tidur. Suara dengkurannya yang dalam dan kuat seolah-olah tidak menggangu pasien lain yang ada di sebelahnya.

Sekitar 2 jam setelah itu, terlihat istrinya datang membawa makanan. Lalu, pasien tersebut tampak tiba-tiba tersentak bangun dan langsung makan didampingi istrinya.

Tertarik dengan pasien ini, dan ingin tahu mengapa dalam usianya yang relatif masih muda itu dia sudah harus menjalani cuci darah, saya lalu menghampirinya.

"Pagi dokter," sapa dia lebih dahulu.

"Pagi, apa kabar? Enak sekali tidurnya pagi ini," seloroh saya.

"Hehehe, Alhamdulillah, baik dokter."

"Syukurlah, walaupun harus menjalani cuci darah, yang penting semua ya tergantung bagaimana reaksi kita saja. Ada pasien yang sudah menjalaninya selama 26 tahun. Saya lihat dia masih oke saja. Mudah-mudahan Anda juga demikian."

"Ya, dokter, saya juga berharap demikian. Tapi dokter, saya baru saja, baru 2 minggu ini, saya masih agak stres, belum bisa menerimanya."

"Insya Allah nanti terbiasa, seperti yang lainnya."

"Oh ya, mengapa Anda sampai menjalani ini?" tanya saya karena ingin tahu apa sebenarnya penyakit dasar yang membuat dia harus menjalani cuci darah ini.

"Saya menderita diabetes melitus dokter, sejak 15 tahun lalu. Tapi, waktu itu saya tidak begitu pedulikan. Saya tidak pernah memikirkan akan seperti ini akhirnya. Saya menyesal sekali dokter," ungkapnya.

"Ya, saya ikut prihatin, tetapi menyesalinya tidak membuat Anda menjadi ebih baik. Masih banyak yang dapat Anda lakukan ke depan agar keadaan menjadi lebih baik, kualitas hidup Anda juga semakin baik juga. Dan, harus Anda ingat, bahwa Anda tidak sendiri, banyak orang lain seperti Anda, mereka bisa menjalaninya dengan baik," ungkap saya, memberi semangat pasien.

Diabetes memang sebagai salah satu penyebab utama pasien gagal ginjal yang akhirnya menjalani cuci darah. Di Amerika Serikat, penyebab terbanyak pasien gagal ginjal adalah akibat komplikasi diabetes. Di Indonesia, sebagai penyebab nomor 2 setelah penyakit glomeronefritis. Walau begitu, tidak semua penyandang diabetes berakhir demikian, hanya kurang dari sepertiga pasien diabetes yang akhirnya menjalani cuci darah.

Tetapi, walau tidak semua pasien diabetes akan mengalami komplikasi gagal ginjal, komplikasi ini pasti tidak ada yang menginginkan. Di samping harus cuci darah selama hidupnya, pasti juga tidak nyaman, biaya besar, dan angka kematian mereka juga lebih tinggi. Karena itu, sebelum ini terjadi banyak yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Kenali secara dini tanda gejalanya

Gejala dan tanda gagal ginjal secara dini sering tidak muncul. penurunan fungsi ginjal sampai 60 persen saja tidak memberikan gejala yang khas. Walau demikian, sering buang air kecil malam hari, buang air kecil yang berbusa, kulit kering, gatal, mual, muntah, lemah, kram pada kaki, terutama malam hari, adalah sebagian dari tanda dan gejala gangguan fungsi ginjal. Hipertensi, tungkai yang bengkak, ureum, dan kreatinin darah yang yang mulai tidak normal juga menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal. Adanya protein dalam urine adalah tanda dini gangguan fungsi ginjal sehingga pemeriksaan ini perlu dilakukan seawal mungkin. Paling tidak sekali dalam setahun pemeriksaan ini harus dikerjakan.

Gula darah

Mengontrol gula darah adalah cara terbaik mencegah kerusakan ginjal Anda. Semakin tidak terkendali gula darah Anda, semakin besar risiko Anda mengalami gagal ginjal. Karena itu, memeriksa gula darah setiap hari, dan Hb A1C setiap 3-6 bulan, sebaiknya Anda lakukan. Diet, olahraga, dan jika diperlukan obat-obatan harus Anda konsumsi secara teratur.

Tekanan darah

Tekanan darah harus dipertahankan di bawah 130/80 mm Hg, walaupun Anda tidak mengalami keluhan. Semakin tinggi tekanan darah, semakin besar juga risiko Anda mengalami gagal ginjal. Pemakaian obat-obatan tertentu menurut penelitian akan memperlambat dan menurunkan risiko ini.

Diet rendah garam

Membatasi konsumsi garam penting pada pasien diabetes, apalagi kalau juga ada hipertensi. Mengurangi konsumsi garam membantu mengontrol tekanan darah, dan tentu juga risiko gagal ginjal.

Protein

Pasien diabetes dengan penyakit ginjal harus mendapatkan asupan protein yang cukup, tetapi jangan berlebihan. Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan protein dapat memperlambat memburuknya fungsi ginjal. Oleh sebab itu, konsultasi kepada ahli diet itu sangat penting.

Obat-obatan dan herbal

Beberapa obat-obatan pereda nyeri, obat-obat rematik yang sering dijual bebas, herbal, tertentu sebaiknya dihindari. Obat-obat ini dapat memperburuk fungsi ginjal. Kalau terpaksa menggunakannya, konsultasi dulu dengan dokter yang merawat Anda.

Rokok

Merokok dapat mempersulit kontrol gula darah. Tekanan darah juga sulit terkendali. Aliran darah ke ginjal juga semakin berkurang. Akibatnya, risiko gagal ginjal semakin besar. Karena itu, memilih berhenti merokok adalah lebih baik.

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih sering dialami panyandang diabetes. Infeksi berulang yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan kerusakan pada struktur dan fungsi ginjal. Mengendalikan infeksi ini dengan baik perlu Anda lakukan.

Faktor risiko lain

Kelompok tertentu kemungkinan mempunyai risiko penyakit ginjal kronis dibandingkan kelompok lain. Risiko akan lebih besar bila usia Anda lebih dari 65 tahun, ada hipertensi, mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit ginjal kronis. Bila Anda menyandang diabetes, kemudian termasuk dalam kelompok ini, Anda harus lebih hati-hati dalam mengendalikan gula darah Anda.

Jadi, agar tidak seperti pasien di atas, kendalikanlah gula darah Anda dengan baik, dan lakukanlah tindakan pencegahan sedini mungkin. Ingat, mencegah itu lebih baik daripada mengobati!

Ukur Kadar Kalsium Cegah Serangan Jantung dan Stroke

Tekanan darah dan kadar kolesterol umumnya digunakan sebagai indikator dalam mengukur risiko serangan jantung dan stroke. Namun menurut penelitian baru, mengukur kadar kalsium dalam arteri dapat menjadi indikator yang lebih baik.

Penelitian tersebut mengatakan, cara pengukuran tradisional dengan tekanan darah dan kolesterol dapat memberikan hasil yang keliru sehingga seringkali pasien mendapatkan peresepan obat yang tidak perlu, misalnya obat penurun kolesterol statin. Ini artinya, banyak orang dengan risiko serangan jantung dan stroke rendah namun tetap minum obat yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

Sebaliknya, penelitian menyebutkan, tabungan kalsium dalam arteri yang terdeteksi dalam CT Scan dapat memberikan hasil yang lebih akurat. Menurut para peneliti, orang yang dengan sedikit atau tidak memiliki tabungan kalsium dalam arterinya, risiko serangan jantung dan stroke sangat kecil.

Lantaran risiko yang kecil tersebut, peneliti berpendapat, orang-orang itu hanya butuh saran perubahan gaya hidup, namun tidak perlu sampai mengonsumsi obat secara rutin.

Kalsium yang terdapat di arteri dapat memicu kalsifikasi plak. Hal tersebut dapat menghasilkan pengerasan pembuluh darah yang menjadi salah satu pemicu serangan jantung.

Hasil temuan penelitian terbaru yang dipublikasi dalam European Heart journal itu pun dipercaya menambah bukti pemindaian kalsium dalam pembuluh darah sebagai salah satu cara untuk memprediksi risiko serangan jantung.

Penelitian tersebut melibatkan hampir 7.000 peserta yang telah melalui pengukuran risiko serangan jantung secara tradisional yaitu dengan kadar kolesterol, tekanan darah, dan gaya hidup. Mereka juga menjalani pemindaian kalsium pada arterinya. Kemudian, mereka diikuti selama tujuh tahun.

Peneliti studi Roger Blumenthal, profesor kedokteran dan direktur di Johns Hopkins Ciccarone Center mengatakan, 15 persen orang yang dinyatakan memiliki risiko kecil serangan dan jantung dengan pengukuran tradisional ternyata mendapatkan nilai yang tinggi untuk kandungan kalsium dalam pembuluh darahnya. Dan hasilnya, setelah diikuti selama tujuh tahun, risiko mereka tinggi.

"Di lain sisi, 35 persen peserta yang dinyatakan risiko tinggi dan harus minum obat-obatan seperti aspirin dan statin tidak memiliki kalsium pada arteri mereka. Hasilnya risiko mereka sangat kecil setelah tujuh tahun," ungkapnya.

Friday, November 29, 2013

Tingkatkan Kolesterol Baik dengan Makanan Ini

Tingkatkan Kolesterol Baik dengan Makanan Ini

Gaya hidup tidak sehat telah menjadikan kolesterol sebagai musuh manusia. Padahal, zat ini besar manfaatnya untuk otak dan hati, serta jaringan saraf yang ada dalam tubuh manusia. Bahkan, kolesterol berperan dalam pembentukan hormon seks.

Mendengar kata kolesterol, pikiran kita sebagian besar pasti terarah kepada penyakit pencabut nyawa seperti penyakit jantung, stroke, dan sebagainya. Opini tersebut semakin kuat akibat banyaknya iklan-iklan produk makanan yang memberi iming-iming bebas kolesterol.

Ekspose secara berlebihan tersebut, memberi kesan bahwa kolesterol merupakan musuh besar bagi kesehatan manusia. Namun benarkah kolesterol berbahaya?

Menurur Prof. Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB, meskipun dianggap berbahaya, kolesterol tetap dibutuhkan tubuh. Manusia rata-rata membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lain. Dari jumlah tersebut 25-40 persen atau sekitar 200-300 mg secara normal berasal dari makanan, selebihnya disintesis oleh tubuh.

Ada dua macam kolesterol yang mesti diamati, yaitu kolesterol baik yaitu HDL, dan kolesterol jahat (LDL). Tingginya kadar kolesterol jahat dalam darah merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Sumber utama kolesterol adalah makanan yang mengandung lemak. Makanan yang mengandung jenis lemak seperti, lemak trans, minyak terhidrogenasi, lemak jenuh dan beberapa minyak tropis, adalah jenis lemak yang harus dihindari karena dapat meningkatkan kadar LDL.

Sedangkan minyak zaitun, kacang, biji-bijian dan biji minyak, minyak nabati yang belum diproses dan minyak non terhidrogenasi adalah pilihan lemak terbaik yang harus Anda konsumsi setiap hari.

Bila Anda ingin meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh Anda tak ada salahnya memilih 4 jenis makanan sehat berikut :

1. Alpukat

Alpukat adalah buah yang memiliki kandungan tinggi lemak. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, karena selain daging buahnya yang gurih, alpukat memiliki mengandung lemak baik (HDL). Kandungan lutein pada alpukat berkhasiat untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan mata dan kandungan klorofilnya merupakan sumber antioksidan.

2. Minyak kelapa murni

Minyak kelapa dapat menjadi pilihan terbaik sebagai menu makanan penutup yang sehat. Meski kegunaan minyak kelapa masih terus dipelajari, tapi manfaatnya telah diakui ampuh sebagi anti-bakteri, kaya akan vitamin K dan E dan zat besi. Beberapa riset bahkan mengindikasikan, minyak kelapa dapat membantu manajemen berat badan, karena mengurangi stres pada sistem endokrin.

3. Ikan

Beberapa jenis ikan mengandung lemak yang sangat baik bagi kesehata. Salmon, sarden, herring, makarel dan tuna adalah jenis ikan yang mengandung asam lemak omega-3. Lemak pada ikan sangat dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan, perkembangan fungsi otak, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Asam lemak omega-3 juga dapat ditemukan pada tumbuhan laut seperti krill, alga, beberapa tanaman dan minyak kacang. Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), mengurangi peradangan dan mengurangi risiko penyakit jantung, kanker dan diabetes tipe 2.

EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic) adalah tipe asam lemak omega-3 yang banyak ditemukan dalam minyak ikan untuk mengurangi resiko irama jantung abnormal yang mengakibatkan kematian mendadak dan penyakit jantung, menurut hasil studi di University of Maryland Medical Center .

4. Kacang-kacangan atau polong-polongan

Kacang-kacangan merupakan sumber nutrisi yang melindungi kesehatan Anda. Orang yang makan kacang secara teratur berisiko lebih rendah untuk meninggal akibat serangan jantung dan stroke ketimbang mereka yang makan sedikit, menurut studi di Harvard School of Public Health. Badan Pengawas Obat dan Makanan, Amerika Serikat (FDA) bahkan mengklaim, "makan- makanan yang mencakup satu ons kacang setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung."

Kebanyakan jenis kacang-kacangan mengandungan tingkat kolesterol jahat (LDL) yang rendah dan mampu meningkatkan kolesterol baik. Kenari misalnya, mengandung asam lemak omega-3 yang melindungi Anda dari ritme jantung abnormal yang mematikan dan pembekuan darah. Beberapa contoh jenis kacang yang mengandung omega 3 adalah kacang tanah, kacang merah, almond dan kenari.

Buah Pencegah Nyeri Sendi

Buah Pencegah Nyeri Sendi

Thursday, 28 Nov 2013 | 14:01 WIB

KOMPAS.com Sekitar 40 persen penduduk Indonesia yang berusia di atas 40 tahun memiliki keluhan nyeri sendi dan otot atau disebut juga penyakit rematik. Penyebabnya bermacam-macam, dari luka mekanik akibat kecelakaan, aktivitas yang berlebihan, sampai infeksi virus dan bakteri.

Pengobatan penyakit rematik difokuskan untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Obat-obatan untuk mengurangi keluhan akibat rematik antara lain asetaminofen, obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), kortikosteroid, serta obat penekan kekebalan tubuh. Namun, Anda perlu tahu, kebanyakan minum obat penghilang rasa sakit maupun antiradang yang dijual bebas dapat mengiritasi lambung dan usus serta menyebabkan tukak.

Bahkan, bila digunakan dalam jangka panjang, obat-obatan tersebut bisa mengakibatkan pendarahan hebat. Konsultasikan dengan dokter bila Anda menggunakan obat antiradang nonsteorid atau aspirin untuk mengatasi nyeri sendi selama lebih dari 2 minggu.

Selain pemberian obat, nyeri sendi juga bisa dikurangi dengan memodifikasi aktivitas sehari-hari, misalnya menghindari kegiatan yang membebani sendi disertai istirahat yang cukup dan olahraga.

Dalam buku Terapi Herba, Buah, Sayuran 10 Penyakit Utama, terbitan majalah Flona disebutkan ada beberapa jenis makanan dan minuman yang efektif untuk membantu penyembuhan sakit akibat radang sendi. Makanan dan minuman tersebut ialah sebagai berikut.

Alpukat Anda tidak akan menderita rematik atau arthritis selama rajin mengonsumsi alpukat matang secara teratur. Lemak yang dikandungnya mampu memberikan lubrikasi secara alami persendian tulang seperti leher, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, pergelangan kaki.

Jus apel Minum jul apel yang diragikan (fermentasi) setengah cangkir dua kali sehari akan membantu penyembuhan sakit radang sendi.

Asparagus Asparagus bisa untuk mengobati rematik.

Stroberi atau buah beri lain Buah beri baik untuk penyembuhan rematik, bisa dikonsumsi sebagai buah atau jus.

Jus semangka Jus semangka berguna untuk penyembuha arthritis karena kelebihan asam urat. Segelas jus semangka (tanpa biji) pagi dan malam akan membantu mendorong keluar kelebihan akumulasi asam urat. (*)

Editor: Asep Candra

Mitos dan Fakta Penyakit Rematik

Mitos dan Fakta Penyakit Rematik

Tuesday, 11 Dec 2012 | 16:47 WIB

KOMPAS.com - Rematik adalah salah satu penyakit yang lumrah diderita masyarakat Indonesia baik tua maupun muda. Penyakit ini menyerang sendi dan struktur jaringan penunjang di sekitar sendi sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri. Dalam tingkat yang parah, rematik bahkan dapat menimbulkan kecacatan tetap, ketidakmampuan dan penurunan kualitas hidup.

Di masyarakat, masih saja berkembang mitos dan anggapan yang salah mengenai penyakit ini. Padahal mitos-mitos ini menyesatkan apabila dikaji dari sisi medis dan bukan tidak mungkin akan merugikan penderita.

Ahli penyakit dalam dan rheumatolog dari Divisi Rheumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. Bambang Setyohadi, menjelaskan beberapa mitos dan fakta seputar penyakit rematik. Berikut adalah mitos dan penjelasannya :

1. Sering mandi malam di usia muda memicu rematik di usia tua.

Faktanya, sejauh ini belum ada bukti yang menguatkan bahwa mandi malam akan menyebabkan penyakit reumatik. Pada prinsipnya mandi malam atau mandi air dingin tidak menyebabkan rematik. "Pada penderita rematik, mandi air dingin memang bisa membuat otot kaku atau spasme. Kondisi tersebut biasanya membuat sendi tertekan sehingga menimbulkan rasa sakit," ujar Dr. Bambang.

2. Makan kangkung atau bayam sebabkan rematik.

Tidak ada hasil penelitian yang menghubungkan antara bayam atau kangkung dengan riisko rematik. "Kalaupun yang harus dihindari, bila Anda ditakdirkan menderita rematik adalah makanan yang dapat memicu purin atau bahan yang akan diubah menjadi asam urat seperti jeroan, seafood atau minuman beralkohol," tegas Bambang.

3. Semua penyakit rematik disebabkan asam urat.

"Faktanya, hanya sekitar 10 persen saja pengidap rematik yang asam uratnya tinggi. Banyak pasien yang asam urat tinggi justru tidak mengalami rematik," kata Bambang. Menurutnya, asam urat dalam darah yang tinggi belum tentu akan menyebabkan rematik. "Penyakit rematik akan terjadi bila asam urat terkumpul dalam sendi dan membentuk endapan kristal monosodium urat. penyakit ini," terangnya.

4. Penyakit rematik adalah penyakit tulang.

Faktanya rematik adalah penyakit yang menyerang persendian tulang dan terdiri dari berbagai jenis di antaranya adalah osteoartritis dan reumatoid artritis. Osteoartritis paling sering menyerang sendi-sendi besar yang mendukung berat badan seperti sendi lulut, panggul, tulang belakang, punggung dan leher meski tidak tertutup kemungkinan menyerang daerah lain. Sementara reumatoid artiritis dikarenakan sistem imun yang menyerang lapisan atau membran sinovial sendi dan melibatkan seluruh organ-organ tubuh, dapat menyebabkan kecacatan.

5. Penyakit rematik hanya mengincar orang berusia lanjut.

Faktanya, rematik menyerang semua orang, tua maupun muda baik pria maupun wanita tergantung pada jenis penyakit rematiknya. Pada rematik jenis osteoartritis umumnya menyerang orang-orang berusia diatas 45 tahun sementara jenis Lupus Eritematosus menyerang wanita muda usia produktif tetapi juga dapat mengenai setiap orang. Para pria lebih mudah terserang Gout.

6. Rematik adalah penyakit keturunan.

Faktanya, rematik tidak selalu diturunkan secara langsung dari orang tua ke anak. "Namun begitu, ada kecenderungan faktor keluarga menjadi faktor risiko terjadinya rematik seperti pada Reumatoid Artritis, Lupus Eritematosus Sistemik dan Gout," ujar Dr Bambang.

7. Sakit pada tulang di malam hari adalah tanda gejala rematik.

Faktanya, gejala-gejala yang umumnya terjadi pada penderita rematik adalah pegal-pegal dan peradangan pada sendi (merah, bengkak, nyeri, terasa panas dan umumnya sulit digerakkan). Gejala ini tidak terbatas pada malam hari. Bisa saja menyerang setiap saat.

Editor: Asep Candra

Wednesday, November 13, 2013

Waspadai Pemberian Air Putih pada Bayi

Banyak orangtua, bahkan sebagian dokter masih meyakini bawah banyak minum air putih pada bayi sama seperti orang dewasa akan sehat dan baik. Sebagian dari mereka masih meyakini mitos tidak benar bahwa kalau bayi tidak minum air putih akan membuat ginjalnya rusak, bibir kering, lidah putih atau sulit Buang Air Besar (BAB).

Ternyata pemberian air putih bisa berdampak tidak baik pada bayi mulai hal yang ringan sampai yang berat. Pada kasus yang ringan, pemberian air putih seringkali membuat bayi minum susu ASI atau formula menjadi berkurang dan berdampak gangguan kenaikkan berat badan. Karena, air putih rasanya lebih segar dan enak bagi bayi sehingga bayi memilih air putih dan bila banyak akan mengurangi jumlah susu. Kebanyakan air pada bayi juga dapat mengakibatkan intoksikasi air atau keracunan air yang dapat berakibat kejang atau koma. Tidak pernah disadari sebenarnya kandungan air dalam ASI dan susu formula sudah lebih dari cukup atau bila takaran pembuatan susu formula sesuai anjuran.

Setelah bayi menginjak usia 6 bulan, dia harus minum 2 sampai 4 oz (60-120 cc) air dua kali sehari sampai ia mencapai usia 1 tahun. Pada usia 12 bulan, anak harus minum minimal 4 oz per hari, berdasarkan kehausan anak. Setelah sistem kekebalan tubuh telah matang sedikit, dan makanan padat sudah mulai, ASI atau susu formula masih harus menjadi minuman utama.

Secara umum, bukan ide yang baik untuk memberikan air kepada bayi anda sampai berusia 6 bulan. Sampai usia 6 bulan bayi masih akan mendapatkan semua hidrasi yang ia butuhkan dari ASI atau susu formula, meski dalam cuaca panas sekalipun. Memberikan bayi yang lebih muda dari 6 bulan terlalu banyak air dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dalam ASI atau susu formula.

Pemberian air putih setelah usia 6 bulan pun ternyata dapat berpengaruh berkurangnya jumlah minum ASI dan susu formula. Hal ini juga dapat menyebabkan perutnya merasa penuh, yang mengekang keinginannya untuk makan atau minum susu formula atau ASI. Selain itu pemberian air putih harus diwaspadai tentang kebersihan dan higienitasnya. Paparan bakteri dan bahan mineral seperti fluroide harus selalu diwaspadai pada pemberian air putih pada bayi.

Menurut American Dietetic Association (ADA) dan American Academy of Pediatrics (AAP), ASI dan susu formula bayi biasanya tak perlu air tambahan. Telah diperkirakan bahwa bayi membutuhkan 1,5 mL air / kkal energi yang dikeluarkan untuk konsumsi yang cukup; ini rasio air-to-energi sesuai dengan yang ditemukan dalam ASI dan susu formula umum. AAP menyarankan air yang dapat ditawarkan untuk botol-makan bayi yang lebih tua dari 6 bulan, tetapi mereka mungkin lebih memilih untuk mendapatkan cairan ekstra dari menyusui lebih sering.

Bayi yang disusui biasanya tidak perlu air tambahan jika mereka makan sesuai permintaan. Dalam cuaca sangat panas, bayi mungkin perlu air tambahan. Memperkenalkan bayi yang lebih tua untuk sedikit air dapat membantu mereka belajar untuk minum air untuk memuaskan kehausan. Perhatian harus digunakan sehingga air tidak menggantikan energi yang dibutuhkan dan nutrisi dalam makanan. Beberapa pendapat tetap mengatakan bahwa susu formula bayi perlu minum air ketika lebih tua dan saat suhu tinggi.

Sebenarnya, kandungan air dalam susu formula dan ASI mengandung cukup air untuk, bahkan di tempat yang panas, iklim kering. Komposisi air dan dalam ASI sebenarnya sudah lebih dari cukup. Saat mencampur susu formula, kandungan air akan mencukupi kebutuhan bayi bila digunakan sesuai takaran yang dianjurkan. Demikian juga dalam ASI sudah terdapat sekitar 88% air. Sehingga kalapun orangtua tetap memberi air putih sebiknya hanya seteguk atau dalam beberapa sendok saja.

Rekomendasi ini tidak dimaksudkan untuk dijadikan sebagai petunjuk mutlak bahwa Anda harus menawarkan air pada bayi anda. Jika Anda memutuskan untuk memberikan air pada bayi anda, silakan membatasi berapa banyak yang Anda tawarkan. Pemberian air berlebihan nantinya secara tidak disadari akan menggantikan asupan ASI atau susu formula. Bayi yang minum terlalu banyak air dapat turun dengan intoksikasi air. Untuk anak-anak bawah usia 1 tahun - dan terutama selama sembilan bulan pertama kehidupan - minum terlalu banyak air bisa menjadi praktik berbahaya.

ASI menyediakan semua cairan bayi sehat yang dibutuhkan. Jika ibu merasa bayinya perlu mengambil air tambahan, harus dibatasi dengan dua sampai tiga ons pada satu waktu, dan harus ditawarkan hanya setelah bayi telah puas kelaparan dengan pemberian ASI atau susu formula. Bagi orang tua yang melahirkan bayi mereka di bawah usia 12 bulan mengambil pelajaran berenang, harap berhati-hati dari jumlah air yang bayi mungkin secara tidak sengaja menelan. Keracunan air juga dapat terjadi karena bayi menelan terlalu banyak air saat berenang

Kebutuhan Air Pada Anak

0 - 6 bulan
0,7 liter perhari <dari ASI dan susu formula>

6 bulan - 12 bulan
0,8 liter perhari <dari ASI dan susu formula dan makanan tambahan>

1 tahun - 4 tahun
1,3 liter perhari <dari ASI dan susu formula dan makanan tambahan>

4 tahun - 8 tahun
1,7 liter perhari <dari ASI dan susu formula dan makanan tambahan>

Setelah bayi adalah masa lalu usia 6 bulan, mungkin saja bisa ditambahkan minum 60 sampai 120 cc air dua kali sehari sampai ia mencapai usia 1 tahun. Pada usia 12 bulan, anak harus minum minimal 120 cc per hari, berdasarkan kehausan anak. Namun bila jumlah itu sudah tercukupi dari susu formula dan ASi tidak harus ditambahkan. Pada anak dengan berat badan tidak bagus sebaiknya lebih banyak diberikan susu.

Mitos Bila tidak diberi Air Putih

- Bila kurang minum bibir kering dan lidah putih. Banyak mitos salah yang beredar bahwa air putih bisa mengurangi atau membilas warna putih di lidah. Warna putih di lidah sebenarnya bisa disebabkan karena gangguan hipersensitif saluran cerna atau karena timbulnya jamur atau candidiasis. Air putih tidak bermanfaat untuk menghilanggkannya. Jangankan air putih, kadang dibersihkan dengan kasa basah saja warna putih tersebut kadang tidak hilang. - Bayi akan menjadi sulit BAB. Pemberian air putih untuk mengatasi gangguan sulit buang air besar sampai saat ini masih belum dibuktikan dalam penelitian. Bahkan banyak kasus penderita konstipasi minum air putih banyak, makan sayur dan buah banyak bahkan minum obat pencahar jangka panjang tetapi keluhan tidak membaik bila penyebabnya tidak dicari. Sulit BAB harus dicari penyebabnya. Pada penderita alergi susu sapi atau alergi makanan lainnya hanya dengan dihindari penyebabnya atau menganggti jenis susu tertentu gangguan sulit BAB akan membaik. Gangguan sulit BAB juga diperberat saat bayi sedang sakit. Sebagaan besar bayi yang hanya minum ASI dan fusu formula sebelum usia 6 bulan tidak masalah dengan masalah BAB.

- Bayi kurang minum air putih ginjalnya rusak. Orangtua tidak usah khawatir hanya dengan minum ASI dan susu formula kekurang aitr putih. Karena, kandungan air dalam ASI dan susu formula sudah mencukupi bila diberikan dengan sesuai takaran. Pada bayi dengan fungsi ginjal belum sempurnapun hanya minum ASI tidak masalah bagi fungsi ginjalnya.

Rekomendasi

- Ikuti petunjuk sesuai takaran.
Menambahkan terlalu banyak air pada formula bayi Anda tidak hanya risiko keracunan air, berarti bayi Anda adalah mengambil nutrisi kurang dari yang dia butuhkan. Hati-hati ikuti petunjuk paket untuk mencampur susu formula bubuk atau terkonsentrasi dan tidak mencoba menggunakan lebih dari jumlah yang disarankan air.

- Rehidrasi diare jangan dengan air putih
Risiko keracunan air sangat tinggi jika bayi kehilangan air dan elektrolit karena diare. Dalam beberapa kasus jika bayi mengalami gastroenteritis, dokter mungkin menyarankan untuk memberinya minuman elektrolit seperti Pedialyte atau Oralit untuk membantu mencegah dehidrasi. Kehilangan cairan harus diganti dengan ASI, susu formula atau mungkin solusi rehidrasi. Jangan memberikan air putih untuk rehidrasi.

- Setelah usia 6 Bulan
Setelah bayi berusia 6 bulan, tidak apa-apa untuk memberinya sedikit air ketika ia haus. Sebenarnya bila haus pemberia ASI dan susu sudah cukup. Anda masih tidak ingin berlebihan, meskipun, atau Anda mungkin memberinya sakit perut atau membuat dia terlalu penuh untuk makan dengan baik. Setelah ulang tahun pertamanya, ketika padatan bayi Anda makan dan minum susu secara keseluruhan, Anda dapat membiarkan dia minum air sebanyak yang dia suka.

- Beri Air Putih hanya dalam sendok jangan melalui botol atau gelas
Dalam cuaca sangat panas atau saat sakit kadang mungkin dapat diberikan air tambahan (2 sampai 4 ons) kecil air dengan melalui sendok jangan memakai botol atau gelas. Saat sakit kadang jumlah minum susu akan berkurang, kadang beberaopa bayi hanya mau air putih. Dalam keadaan seperti ini air putih bisa saja diberikan, tetapi dalam keadaan sakit diare jangan diberi air putih, tetapi diberi oralit. Dalam pemberian ini tidak harus memaksa, bila bayi tidak mau tidak harus dipaksa. Kebanyakan bayi akan mau minum bila jika mereka tampaknya haus. Kecuali bila dalam keadaan sakit atau kondisi badan terganggu nafsu minum bayi berkurang. Bayi yang diberi ASI bahkan cenderung tidak membutuhkan ekstra air.

- Didihkan air minum
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan air mendidih untuk menghilangkan kotoran dan membunuh kuman. Dokter anak umumnya masih menyarankan menggunakan air matang untuk mencampur susu formula, setidaknya untuk tiga atau empat bulan pertama. Karena tidak ada bukti bahwa air kemasan lebih aman daripada sumber air perkotaan. AAP mengatakan bahwa meski orang tua dapat menggunakan air kemasan untuk mencampur susu formula, namun perlu direbus terlebih dahulu. Anda juga dapat menggunakan air suling yang telah dimurnikan atau siap digunakan formula yang tidak perlu dicampur dengan air. Mendidihkan air minum adalah cara yang paling aman dalam membunuh semua organisme. Meskipun risiko infeksi jauh di bawah 1 persen, American Academy of Pediatrics merekomendasikan penggunaan air steril untuk bayi muda, bahkan ketika digunakan untuk menyiapkan susu formula. Dalam praktiknya, kadang cukup dengan mendidihkan air selama satu menit, setidaknya untuk beberapa bulan pertama. US Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan untuk membawa air mendidih penuh dan kemudian terus mendidih selama minimal dua menit. Jika Anda tinggal di dataran yang lebih tinggi, Anda mungkin harus merebus air selama beberapa menit lagi. Air harus mencapai suhu 100 C untuk membunuh organisme berbahaya. Dalam kebanyakan kasus, itu aman untuk mencampur susu formula dengan menggunakan air keran biasa dingin yang sudah dibawa ke mendidih dan kemudian direbus selama satu menit dan didinginkan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pencampuran formula bubuk dengan air masak yang sudah dididihkan pada suhu minimal 70 derajat C sudah bisa membunuh bakteri khususnya bakteri Enterobacter sakazakii. Jika formula tidak diberi makan segera, dinginkan di kulkas segera dan simpan dalam lemari es. Namun, sebaiknya jangan merebus air yang sama lebih dari sekali atau terlalu lama karena dapat meningkatkan konsentrasi mineral dalam air. Selalu merebus air dalam panci bersih dan biarkan hingga dingin ke suhu kamar sebelum mencampurnya dengan susu formula.

6 Alasan Harus Cukup Minum Air Putih

Membawa botol air minum dalam perjalanan atau saat pergi ke mana pun mungkin belum menjadi kebiasaan di masyarakat. Bila haus di tengah jalan, kebanyakan dari kita lebih suka membeli sebotol minuman ringan beraroma teh atau soda ataupun air mineral.

Kebutuhan tubuh akan cairan memang tak bisa dibantah. Cairan penting dalam memelihara keseimbangan serta proses metabolisme tubuh. Bila asupan cairan ke dalam tubuh tak seimbang dengan pengeluaran, maka dipastikan Anda akan mengalami gangguan ataupun dehidrasi.

Dalam memenuhi kebutuhan cairan, sebaiknya pilihlah minuman yang baik dan tak menimbulkan risiko bagi kesehatan. Salah satu yang terbaik tentunya adalah air putih, meski faktanya cairan ini kalah populer ketimbang minuman beraroma dan beraneka rasa yang beredar di pasaran.

Nah supaya Anda tidak meremehkan khasiat air putih, berikut adalah enam fakta ilmiah betapa kebiasaan minum cukup air putih setiap hari penting bagi tubuh.

1. Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh Fakta medis menunjukkan tubuh manusia 60 persennya terdiri dari cairan. Fungsi-fungsi cairan ini adalah untuk proses pencernaan, penyerapan, sirkulasi, produksi air ludah, transportasi nutrisi, dan mempertahankan suhu tubuh.

2. Membantu mengendalikan kalori Sejak lama, orang yang sedang menjalani program diet melakukan kebiasaan banyak minum air putih sebagai strategi menurunkan berat badan. Meskipun air tidak menghasilkan efek magis, menggunakannya sebagai pengganti minuman berkalori tinggi tentu saja akan sangat membantu.

"Program diet akan berhasil jika Anda memilih air atau minuman non-kalori sebagai pengganti minuman yang kalori. Lalu diet dengan makanan yang kaya cairan yang lebih menyehatkan, berisi dan membantu Anda memangkas kalori," ungkap peneliti dari University State of Pennsylvania Barbara Rolls, PhD, penulis buku The Volumetrics Weight Control Plan.

3. Membantu membangkitkan otot Sel-sel yang tidak mampu mempertahankan keseimbangan akan cairan dan elektrolit akan berakibat pada kelelahan otot. Ketika sel-sel otot tidak memiliki cairan yang cukup, mereka tidak akan berfungsi dengan baik dan kemampuannya berkurang.

Minum air saat berolahraga juga sangat penting. American College of Sports Medicine merekomendasikan bahwa dua jam sebelum berolahraga sebaiknya seseorang meminum 17 ons cairan.

4. Membuat kulit tetap bercahaya Kulit Anda sebenarnya mengandung banyak air dan berfungsi sebagai benteng dalam mencegah ekses hilangnya cairan tubuh. Namun, jangan harap kelebihan cairan dapat dijadikan sebagai cara ampuh menghilangkan kerutan dari garis pada kulit.

5. Memelihara fungsi ginjal Cairan tubuh merupakan media yang juga mentransportasikan sisa atau limbah untuk keluar dan masuk ke dalam sel. Racun utama dalam tubuh adalah nitrogen urea darah, sejenis cairan yang dapat melewati ginjal untuk kemudian diproses dan dieksresikan dalam bentuk urine.

Ketika tubuh memiliki cukup cairan, urine akan mengalir bebas, jernih, dan bebas bau. Ketika tubuh tidak punya cukup cairan, konsentrasi urine, warna, dan bau akan lebih kentara karena ginjal harus menyerap cairan ekstra untuk menjalankan fungsinya. Tak heran bila Anda minum sedikit air, risiko Anda mengalami batu ginjal akan meningkat terutama pada iklim hangat atau panas.

6. Mempertahankan fungsi normal usus Asupan cairan yang cukup akan membuat makanan yang melewati saluran cerna dapat mengalir lancar dan mencegah terjadinya konstipasi. Ketika Anda tidak punya cukup cairan, usus akan menyerap cairan dari feses atau tinja untuk tetap menjaga hidrasi. Alhasil, tentu saja buang air besar Anda akan bermasalah.

Penulis: Asep Candra
Editor: Asep Candra
Sumber: WebMD

Wednesday, November 6, 2013

Benarkah Obat Herbal Berkhasiat untuk Hipertensi?

Data menunjukkan sepertiga orang dewasa di Indonesia memiliki tekanan darah di atas nilai normal. Tidak sedikit yang telah mengalami komplikasi dan mencari pengobatan herbal untuk mengobatinya. Di sisi lain, mereka yang sudah dalam terapi obat-obatan tidak sedikit merasa bosan minum obat terus-menerus. Mereka mulai mencari jalan pintas dengan pengobatan herbal. Namun benarkah pengobatan herbal dapat membantu menyembuhkan hipertensi?

Dalam dunia medis dikenal dan diakui adanya pengobatan alternatif salah satunya ialah obat herbal. Obat herbal di sini ialah obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami. Namun kelemahan dari pengobatan jenis ini ialah amat sedikitnya bukti penelitian ilmiah akan khasiat obat tersebut. Dokter tidak akan memberikan obat yang khasiatnya masih dipertanyakan.

Obat herbal atau tanaman herbal biasanya popular dari mulut ke mulut. Dimulai dari laporan seseorang yang merasa membaik dengan tanaman atau obat tersebut. Kabar tersebut kemudian menyebar dari mulut ke mulut. Setelah cukup popular di masyarakat, para ahli biasanya melakukan penelitian untuk membuktikan khasiat tersebut.

Yang perlu menjadi catatan di sini adalah tak sedikit obat herbal yang popular di masyarakat ternyata tidak terbukti berkhasiat. Lebih jauh lagi, tidak sedikit pula obat herbal yang popular tersebut yang belum pernah diteliti sama sekali alias belum ada bukti ilmiahnya.

Hipertensi dan Bawang Putih

Dapat dikatakan bawang putih menempati urutan pertama obat herbal yang paling popular untuk hipertensi. Berdasarkan pengalaman penulis, banyak penderita hipertensi yang tidak segan untuk melahap bawang putih utuh-utuh saat merasa tekanan sedang tinggi. Beberapa penderita hipertensi juga menjadikan konsumsi bawang putih setiap hari sebagai suatu rutinitas.

Kabar baiknya, penelitian ilmiah terkait manfaat bawang putih untuk hipertensi sudah banyak dilakukan dan hasil penelitian tersebut menunjukkan bawang putih memiliki khasiat menurunkan tekanan darah. Bawang putih mengandung zat alisin dan hidrogen sulfida. Zat tersebut memiliki efek selayaknya obat darah tinggi, yakni memperbesar pembuluh darah dan membuat pembuluh darah tidak kaku sehingga tekanan darah akan turun.

Efek penurunan tekanan darah yang dimiliki bawang putih cukup besar. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi bawang putih sebanyak 900 miligram rutin selama 3 bulan dapat menurunkan tekanan darah sistol sebesar 6-10 mmHg dan tekanan diastol 6-9 mmHg.

Hipertensi dan Minyak Ikan

Salah satu obat herbal darah tinggi yang juga cukup berkhasiat ialah minyak ikan. Minyak ikan mengandung omega-3 yang baik untuk jantung dan organ-organ tubuh lainnya. Omega-3 dapat mencegah penyempitan pembuluh darah, mengurangi tekanan aliran darah, dan memperbaiki fungsi ginjal. Namun, minyak ikan agaknya kurang popular di masyarakat karena sulitnya mendapatkan produk minyak ikan.

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi 4-7 gram minyak ikan sehari selama 6 bulan dapat menurunkan tekanan darah sistol hingga 4,5 mmHg dan tekanan darah diastol 2,2 mmHg. Minyak ikan dapat menurunkan risiko hipertensi hingga 35 persen.

Hipertensi, Belimbing, dan Buah Lainnya

Buah yang popular dipercaya berkhasiat untuk tekanan darah tinggi adalah belimbing. Rasa asam yang dimiliki belimbing dipercaya mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Sayangnya, buah satu ini belum terbukti berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Belum ada penelitian yang menyatakan dan membuktikan khasiat tersebut.

Terkait buah-buahan, sejumlah peneliti pernah menguji manfaat buah dan jus buah untuk tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi buah atau jus buah secara rutin memiliki khasiat menurunkan tekanan diastol sebesar 2 mmHg.

Kebiasaan mengonsumsi buah-buahan dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner hingga 7 persen. Kebiasaan mengonsumsi 8 porsi buah dan sayur dalam sehari dapat menurunkan risiko hipertensi hingga 15 persen. Buah-buahan banyak mengandung polifenol, zat antioksidan, dan asam folat yang baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Hipertensi dan Mentimun

Mentimun juga telah lama dipercaya berkhasiat untuk darah tinggi. Namun faktanya, sama seperti belimbing, belum ada bukti ilmiah cukup kuat dalam bidang kedokteran yang menunjukkan khasiat tersebut.

Mentimun memang mengandung banyak zat bermanfaat, seperti kalium, kalsium, dan fosfor. Kandungan tersebut bersifat diuretik, yakni sifat yang membantu mengeluaran air dari dalam tubuh. Pada penderita hipertensi dan gagal jantung, sifat diuretik sangat menguntungkan. Semakin banyak air yang keluar dari tubuh tekanan darah akan turun dan beban kerja jantung akan berkurang. Namun apakah khasiat diuretik pada mentimun mampu secara signifikan menurunkan tekanan darah, belum ada bukti ilmiah.

Hipertensi dan Produk Herbal Instan

Selain tanaman herbal di atas, saat ini banyak ditemui produk-produk instan obat herbal. Yang paling terkenal ialah obat-obatan herbal dari negeri Cina. Beberapa ditemui dalam sediaan bubuk, serbuk dalam kemasan puyer, atau pil. Ada juga dalam bentuk cairan minuman langsung atau jamu-jamuan. Promosi yang dilakukan amat gencar. Khasiat yang ditawarkan sangat menjanjikan.

Data menunjukkan sekitar 75 persen penduduk dunia pernah menggunakan obat-obatan herbal untuk mengobati penyakit. Obat-obatan herbal dipercaya lebih efektif, lebih murah, dan lebih sedikit efek sampingnya.

Namun seperti yang diutarakan di atas, hanya sedikit obat herbal yang terbukti benar-benar memiliki khasiat. Sisanya, tidak mendatangkan khasiat. Waktu dan biaya terbuang untuk mencoba pengobatan yang tidak berkhasiat. Lebih parahnya lagi, beberapa obat herbal malah memiliki efek memperburuk penyakit. Tekanan darah malah semakin tidak terkontrol dengan produk-produk herbal.

Fenomena produk obat herbal memang sangat mengkhawatirkan dunia kesehatan kita. Seringkali ilmu kedokteran kalau saing dengan janji-janji khasiat obat herbal. Namun Anda sebagai konsumen yang bijak setidaknya saat ini mengerti bahwa yang disebut obat ialah obat yang diresepkan oleh tenaga medis, bukan salesman, dukun, orang pintar, iklan selembaran, iklan di televisi, dan sebagainya. Pastikan obat yang Anda konsunsi ialah obat yang Anda tahu benar telah terbukti berkhasiat dan melalui penelitian ilmiah. (@drfelixchikita)

Penulis: dr. Felix Chikita Fredy Editor: Asep Candra Sumber: Kompasiana

Beginilah Cara Menurunkan Tekanan Darah

Satu dari sekitar tiga orang dewasa di Indonesia diperkirakan menderita hipertensi. Hanya sebagian kecil yang mendapatkan terapi optimal. Sebagian besar dari mereka tidak mengetahui bahwa bahwa tekanan darahnya tinggi. Dari yang mendapatkan terapi saja, sebagian besar juga tidak melanjutkan terapinya. Pada hal, hipertensi adalah sebagai faktor resiko utama stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Sebaliknya, bila kita mampu mengendalikan hipertensi ini saja, risiko seseorang untuk menderita stoke berkurang 30 persen, mengalami serangan jantung 23 persen. Di samping itu, kemungkinan anda mengalami gagal jantung, gagal ginjal, demensia juga menurun.

Oleh karena itu, apakah anda tidak ingin melakukan sesuatu sehingga ancaman itu menjauh dari anda. Ingat, bahwa perubahan kecil yang sehat yang anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari mulai sekarang akan memberikan hasil yang besar di kemudian hari.

Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat membantu, mencegah dan mengontrol tekanan darah anda:

1. Berat Badan. Berat badan berlebih, apalagi lemak yang menumpuk di sekitar lingkar perut anda akan meningkatkan risiko hipertensi 60 persen. Karena itu strategi pertama dalam upaya menurunkan tekanan darah adalah mengurangi beban jantung yang berlebih ini. Anda memang tidak harus mencapai berat badan ideal, mengurangi berat badan 5-10 persen saja dari berat badan anda semula, dapat menurunkan tekanan darah atau mencegahnya berkembang.

Seperti diketahui, semakin naik timbangan anda, apalagi lemak yang menumpuk di sekitar lingkar perut, maka semakin berat kerja jantung. Lemak yang menumpuk di sekitar perut juga menyebabkan inflamasi, peradangan pada pembuluh darah arteri, pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit, akhirnya tekanan darah akan naik.

2. Garam. Sayur tak bergaram terasa hambar dan tidak enak. Makanya, salah satu mengapa makanan olahan yang enak-enak, di lidah kita, yang anda beli di luar itu adalah salah satunya karena kandungan garam yang tinggi ini. Jadi, bila anda suka makan di restoran, fast food, krispi, snack, chips, daging yang diolah, makanan kaleng, dan sebagainya, maka asupan garam anda akan tinggi. Memang sebagian besar kita mengkonsumsi garam 2-3 kali lebih banyak dari yang dibutuhkan. Ini adalah salah satu penyebab tingginya kejadian hipertensi di masyarakat kita.

Jadi, bila tekanan darah anda tinggi, atau ingin mencegahnya, maka pembatasan asupan garam ini harus dilakukan. Kebiasaan makan di luar, sebaiknya anda batasi, bahkan di dapur, dan di meja anda sendiri garam itu harus dikontrol. Suatu studi yang pernah dilakukan di Duke University, pengurangan garam setengah dari kebiasaan sebelumnya,71 persen dari mereka yang melakukan ini tekanan darahnya kembali normal.

Menurut NIH (National Isntitute of Health, United of America) mengurangi konsumsi garam tidak lebih dari 2400 mg/hari (kira-kira sama dengan 1 sendok teh) akan menurunkan tekanan darah systolik 2-8 mmHg. Dan, bila konsumsi garam bisa dikurangi hanya 1500 mg/hari, 2/3 sendok teh garam meja, tekanan darah juga akan berkurang lebih lanjut.

3. Diet. Di Amerika Serikat ada yang dikenal dengan DASH ( Dietary Aproach to Stop Hypertension). Prinsip diet ini adalah, mengkonsumsi sayuran, serta buah-buahan 5 kali sajian setiap hari, minum susu rendah lemak 2-3 glas/hari, membatasi lemak jenuh, minyak, makanan yang manis-manis, daging merah. Makanan olahan yang banyak mengandung garam, lemak dikeluarkan dari diet ini. Sudah banyak penelitian tentang manfaat diet ini dalam menurunkan tekanan darah, sehingga jadi standard diet untuk hipertensi di sana.

Secara sederhana diet ini bisa diterapkan dengan menambahkan bermacam sayuran, buah-buahan dalam menu anda. Sayuran dan buah-buah tidak lagi sebagai pelengkap makanan anda. Sisihkan sebagian nasi dari piring anda, kemudian tambahkan sayuran ke dalamnya. Jadikan dapur anda tetap berasap, batasi belanja makanan di luar, apalagi fast food.

4. Olahraga. Olahraga rutin yang anda biasakan, jalan cepat misalnya membantu menurunkan tekanan darah. Olahraga bermanfaat karena olahraga memperbaiki sirkulasi darah, sistem kardiovaskuler, pemakaian oksigen, menurunkan berat badan, lemak tubuh, menghilangkan stress, meningkatkan kualitas tidur, dan sebagainya.

Olahraga 3-5 kali dalam seminggu, saya menyarankan setiap hari, dapat menjaga tekanan darah 5-6 mmHg lebih rendah. Karena itu jadwalkanlah olahraga dalam jurnal kegiatan sehari-hari anda. Selain membantu menurunkan tekanan darah, banyak manfaat lain yang akan anda rasakan

5. Rokok. Rokok itu memang candu, banyak alasan bagi mereka yang sudah kecanduan untuk tetap mengisap racun ini. Tetapi kita tetap mengambil contoh pada jutaan lain yang berhasil menghentikannya. Kalau orang lain bisa berhenti, anda juga pasti bisa. Rokok, perlu kita tahu, satu batang rokok saja menyebabkan pembuluh darah menjadi kurang elastis, menyebabkan tekanan darah naik, walau anda masih muda, langsing. Merokok 15 batang sehari dapat menaikkan resiko tekanan darah tinggi 11 persen. Karena itu buanglah, jauh-jauh racun yang akan menggerogoti tidak hanya kantong anda, tetapi juga tubuh, kesehatan anda.

6. Spiritulitas. Jiwa yang tenang, suasana hati yang tentram berpengaruh terhadap tekanan darah. Stress yang kronis dapat menyebabkan tekanan darah tetap melonjak. Karena itu memperbaiki hubungan anda dengan Allah, dengan sesama manusia, bahkan seluruh machluk Allah itu penting. Shalat yang khusyuk bagi yang bergama Islam, kebiasaan memberi, menolong sesama manusia, bersyukur, juga membantu. Meditasi seperti tai-chi yang dilakukan secara teratur terbukti dapat menurunkannya.

7. Lain-lain. Cola,kopi, coklat. Minum satu diet cola setiap hari dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi 5%. Bila anda meminumnya 4 kaleng setiap hari, resiko ini meningkat 19%. Kopi dapat meningkatkan tekanan darah sementara, tetapi kelihatannya tidak berpengaruh secara tetap. Sedangkan coklat, menurut penelitian dapat membantu menurunkan tekanan darah. Sedikit dark chocolate yang anda makan sebelum tidur bermanfaat. ( dikutip dari Readers Digest Disease Free)

Boleh dikatakan tidak ada bayi yang lahir dengan tekanan darah tinggi. Dan, walaupun faktor genetik, usia, ras, jenis kelamin berpengaruh, tetapi gaya hidup lah yang paling menentukan. Sehingga gaya hidup yang sehat juga akan dapat mengontrolnya. Mempertahankan berat badan yang normal, mengurangi konsumsi garam, lemak, diet yang sehat, olahraga teratur, spiritualitas yang baik, tidak merokok, adalah beberapa contoh gaya hidup yang sehat itu.

Dan, seperti diketahui, bahwa tekanan darah tinggi itu menyelinap pelan-pelan, bisa saja anda tidak merasakan gejalanya. Karena itu periksalah tekanan darah anda secara periodik, apalagi usia anda semakin menanjak, dan anda punya faktor risiko.

Penulis: Dr. Irsyal Rusad. Sp.PD Editor: Asep Candra Sumber: Kompasiana

Monday, November 4, 2013

Hati-hati GERD, jika Lengah Akan Berakhir Petaka

Nyeri dada ternyata tidak hanya disebabkan kelainan jantung, tetapi juga dapat disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan yang disebut gastroesofagheal reflux disease (GERD).

Pasien dengan GERD bisa datang karena nyeri dada dan bisa merasakan rasa panas di dada seperti terbakar (heart burn). Biasanya, nyeri dada ini diikuti juga dengan mulut pahit karena ada asam yang naik (regurgitasi). Dari hasil survei yang kami lakukan melalui media sosial dengan menggunakan kuesioner GERD (GERD-Q), terungkap bahwa antara 20 sampai 30 persen responden kemungkinan mengalami GERD.

GERD dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Hal ini terjadi karena asam lambung atau isi lambung yang naik dapat menyebabkan luka pada dinding dalam kerongkongan awalnya hanya perlukaan. Luka yang terjadi bisa makin luas dan bisa menyebabkan penyempitan dari kerongkongan bawah. Bahkan, GERD dapat menyebabkan perubahan struktur dari dinding dalam kerongkongan yang menyebabkan terjadinya penyakit Barretts yang merupakan lesi pra-kanker.

Di luar saluran cerna, asam lambung yang tinggi dapat menyebar ke gigi (erosi dental), tenggorokan (faringitis kronis), sinus (sinusitis), pita suara (laringitis), saluran pernapasan bawah (asma), bahkan sampai paru-paru (fibrosis paru idiopatik).

Penyakit GERD sebenarnya bisa dideteksi dengan menggunakan kuesioner GERD. Total skor yang didapat dari kuesioner dapat diduga bahwa seseorang tersebut menderita GERD atau tidak: jika nilai kurang dari 8, kemungkinan tidak menderita GERD, jika > atau = 8 kemungkinan menderita GERD.

Kuesioner GERD sendiri terdiri dari enam pertanyaan. Dua pertanyaan pertama merupakan pertanyaan positif adanya GERD, yaitu panas dada, seperti terbakar (heart burn) dan adanya sesuatu yang balik arah (regurgitasi). Sementara pertanyaan negatif adalah adanya nyeri ulu hati dan mual.

Dua pertanyaan terakhir dari kuesioner ini adalah gangguan tidur dan obat yang diberikan untuk mengatasi keluhan tersebut. Poin didasarkan dari frekuensi kejadian dari pertanyaan yang ada setiap harinya dalam 1 minggu. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita GERD, Anda bisa mengklik http://www.surveymonkey.com/s/gerdq

Tata laksana GERD

Prinsip utama mengobati pasien GERD adalah menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi. Tata laksana penyakit GERD berupa tata laksana non-obat dan tata laksana obat-obatan.

Tatalaksana non obat yaitu perubahan gaya hidup.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk tata laksana non-obat pasien GERD.

1. Menghindari konsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

2. Menghindari konsumsi secara bersamaan antara daging dan jeroan, seperti usus, otak, hati, paru, atau limpa.

3. Jangan tidur dalam waktu 2 jam setelah makan. Langsung tidur setelah makan akan memudahkan isi lambung, termasuk asam lambung, akan berbalik arah kembali ke kerongkongan.

4. Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas.

5. Hindari minum kopi, alkohol, atau minuman bersoda yang akan memperburuk timbulnya GERD tersebut.

6. Hindari makanan yang mengandung cokelat dan keju.

7. Menghindari stres.

8. Mengontrol berat badan sampai mencapai berat badan ideal.

Beberapa data penelitian menunjukkan bahwa pada pasien yang memang sudah mengalami GERD jika mengonsumsi daging yang berlebih dan langsung tidur akan menyebabkan timbulnya panas di dada pada 4 dari 5 kasus GERD.

Tata laksana obat-obatan

Obat yang diberikan terutama obat-obat yang memproduksi asam lambung atau dikenal sebagai anti-sekresi asam lambung. Obat-obat kelompok ini terdiri dari dua kelompok obat, yaitu penghambat reseptor H2 (antagonis H2 reseptor) antara lain, ranitidin, famotidin, nizatidin, atau simetidin. Kelompok kedua yang termasuk obat anti asam yang kuat, yaitu penghambat pompa proton, seperti omeprazol, lansoprazol, rabeprazol, esomeprazol, atau pantoprazol.

Antasida obat penetral asam yang banyak dijual bebas digunakan untuk mengurangi gejala akibat GERD tersebut.

Demikian sekadar informasi mengenai penyakit GERD. Ternyata nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh sakit jantung, sedangkan serangan jantung tidak selalu didahului oleh sakit dada karena ternyata nyeri ulu hati bisa merupakan gejala awal serangan jantung.

Mudah-mudahanan kita semua selalu diberi kesempatan untuk hidup sehat dan selalu sehat. Aamiin.

Sunday, November 3, 2013

Diabetes, si Penyakit Gula Madu

Diabetes Mellitus

Nama lengkap diabetes adalah diabetes mellitus yang berarti "gula madu". Istilah "diabetes melitus"berasal dari Bahasa Yunani yang jika diterjemahkan berarti "mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer" dan dari Bahasa Latin yang dapat diterjemahkan menjadi "semanis madu".
Pengertian dari Bahasa Yunani dan Latin menggambarkan diabetes dengan tepat. Karena air melewati tubuh penderita diabetes seolah-olah dialirkan dari mulut lewat saluran kemih dan langsung keluar dari tubuh. Air seni diabetisi (pengidap diabetes) rasanya manis karena mengandung gula. Dulu, salah satu tes untuk diabetes ialah dengan menuangkan air seni sang pasien ke dekat sarang semut. Jika serangga itu mengerumuni air seni, hal ini menunjukkan adanya gula. Itu sebabnya diabetes sering disebut sebagai penyakit kencing manis. 

Apa itu Diabetes?

Diabetes Mellitus

Setiap makanan yang kita santap akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Dalam lambung dan usus, makanan diuraikan menjadi beberapa elemen dasarnya, termasuk salah satu jenis gula, yaitu glukosa. Jika terdapat gula, maka pankreas menghasilkan insulin, yang membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, gula tersebut dapat diserap dengan baik dalam tubuh dan dibakar untuk menghasilkan energi.

Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di duniaKetika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukupinsulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Penyebab lain adalah insulin yang cacat atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan pankreas, sebuah organ di samping lambung. Hormon ini melekatkan dirinya pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding sel. Insulin bertugas untuk membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa memasuki sel. Lalu sel-sel tersebut mengubah glukosa menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas. Dengan kata lain, insulin membantu menyalurkan gula ke dalam sel agar diubah menjadi energi. Jika jumlah insulin tidak cukup, maka terjadi penimbunan gula dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.

Penyebab penyakit kencing manis atau diabetes tergantung pada jenis diabetes yang diderita. Ada 2 jenis diabetes yang umum terjadi dan diderita banyak orang yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Perbedaannya adalah jika diabetes tipe 1 karena masalah fungsi organ pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sedangkan diabetes tipe 2 karena masalah jumlah insulin yang kurang bukan karena pankreas tidak bisa berfungsi baik. 

Gejala Diabetes

Karena kekurangan insulin dan memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah, maka beberapa gejala yang umum bagi penderita diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya Anda melakukan pengecekan untuk mengetahui kadar gula darah.

Secara umum, beberapa gejala yang terjadi antara lain:

~Sering buang air kecil
~Sering merasa sangat haus
~Sering lapar karena tidak mendapat cukup energi sehingga tubuh memberi sinyal lapar
~Penurunan berat badan secara tiba-tiba meski tidak ada usaha menurunkan berat badan. Hal ini karena sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam sel-selnya, tubuh membakar lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi.
~Sering kesemutan pada kaki atau tangan.
~Mengalami masalah pada kulit seperti gatal atau borok.
~Jika mengalami luka, butuh waktu lama untuk dapat sembuh.
~Perubahan perilaku seperti mudah tersinggung. Penyebabnya karena penderita diabetes tipe 1 sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sehingga tidak dapat tidur nyenyak.
~Mudah merasa lelah.

Apakah Anda Terkena Diabetes?

Meski gejala-gejala tadi bisa menunjukkan seseorang menderita diabetes, namun cara terbaik untuk memastikan apakah Anda mengidap diabetes atau tidak adalah dengan melakukan pengecekan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes?

Berikut ini beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan baik secara pribadi atau tes di klinik.

Tes darah

Biasa dilakukan di laboratorium, yang dites adalah darah saat puasa dan postprandial. Sebelum melakukan tes, Anda harus berpuasa selama 12 jam. Kadar gula yang normal selama berpuasa adalah di bawah 100 mg/dl. Setelah itu, pengambilan darah akan dilakukan kembali 2 jam setelah makan, bila hasilnya diatas 140 mg/dl dapat berarti Anda menderita diabetes.

Tes Urine

Urine atau air kencing diperiksa kadar albumin, gula dan mikroalbuminurea untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit ini atau tidak. Tes ini juga dilakukan di laboratorium atau klinik.

Glukometer

Tes ini dapat dilakukan sendiri di rumah bila memiliki alatnya. Caranya adalah dengan menusukkan jarum pada jari untuk mengambil sampel darah. Kemudian sampel darah diletakkan ke dalam celah yang tersedia pada mesin glukometer. Hasilnya tidak terlalu akurat, tetapi dapat digunakan untuk memantau gula bagi penderita agar apabila ada indikasi gula tinggi dapat segera melakukan pengecekan di laboratorium dan menghubungi dokter. Alat glukometer terkini sudah dirancang begitu mudah digunakan dan tidak menimbulkan rasa sakit saat mengambil sampel darah. 

Bahaya Diabetes

Berikut ini beberapa bahaya serius yang diakibatkan diabetes.

Komplikasi Jangka Panjang

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti serangan jantung, stroke, kebutaan akibat glukoma, penyakit ginjal, dan luka yang tidak dapat sembuh hingga infeksi sehingga harus diamputasi. Bahkan taraf yang paling mengerikan adalah kematian.

Komplikasi-komplikasi ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, dan ketidaksanggupan tubuh melawan infeksi. Namun, tidak semua penderita diabetes mengalami masalah-masalah jangka panjang ini.

Hipoglikemia

Walaupun tidak baik bila kadar gula tinggi, tetapi seorang penderita diabetes mellitus atau kencing manis ini dapat pula secara tiba-tiba mengalami gula darah yang sangat rendah di bawah ambang normal yang disebut hipoglikemia. Ini juga sangat berbahaya karena dapat membuat penderitanya gemetar, berkeringat, lelah, lapar, gampang tersinggung, atau bingung atau detak jantung cepat sekali, pandangan kabur, nyeri kepala, tubuh kebas, atau kesemutan di sekitar mulut dan bibir. Bahkan bisa kejang-kejang atau pingsan. Sering kali, menu makanan yang tepat dan waktu makan yang teratur dapat mencegah timbulnya problem-problem itu. Mengkonsumsi glukosa, misalnya sari buah atau tablet glukosa, dapat menaikkan kembali kadar gula darah ke tingkat yang lebih aman hingga makanan lain dapat dikonsumsi.

Ketoasidosis

Jika glukosa tidak dapat diolah dengan baik oleh tubuh, maka lemak dan protein dalam tubuh dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan energi. Namun saat tubuh membakar lemak, terbentuklah sisa pembakaran yang disebut keton. Keton menumpuk dalam darah dan mengalir ke dalam air seni. Karena keton ini lebih asam daripada jaringan tubuh yang sehat, kadar keton yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan terjadinya kondisi serius yang disebut ketoasidosis. Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam. 

Cegah dan Kendalikan Diabetes

Mengingat bahaya dan komplikasi yang dapat disebabkan penyakit diabetes, maka menghindari atau mengendalikan kadar gula yang tinggi adalah cara terbaik. Bagaimana caranya?

~Menurunkan berat badan.
~Lemak dalam tubuh dapat menyerap insulin.
~Hindari makanan berlemak, diawetkan atau goreng-gorengan. Sebaliknya, pilih makanan yang berserat tinggi dan glukosa kompleks.
~Kurangi makanan manis atau yang berkalori tinggi yang mengandung banyak glukosa.
~Minum banyak air.
~Berolahraga secara teratur.Hindari stres.
~Hindari alkohol atau softdrink.
~Hindari merokok. Penderita diabetes yang merokok bahkan lebih berisiko, karena kebiasaan mereka merusak jantung serta sistem sirkulasi, dan mempersempit pembuluh darah. Sebuah referensi menyatakan bahwa 95 persen amputasi yang berkaitan dengan diabetes dilakukan pada para perokok.
~Minum obat yang dianjurkan dokter untuk menurunkan kadar gula.
~Bagi penderita diabetes tipe 1, pemberian insulin secara teratur perlu diberikan melalui terapi insulin.

Obat penyembuh diabetes memang tidak ada, tetapi dengan mengendalikan gula dalam darah, seseorang dapat terhindar dari bahaya penyakit ini. Mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih baik dan lebih sehat harus dijalankan. Orang-orang yang menduga bahwa dirinya menderita diabetes hendaknya memeriksakan diri ke dokter yang telah berpengalaman dalam pencegahan dan penanganan penyakit diabetes.

Thursday, April 25, 2013

Penyakit-penyakit ini bisa dideteksi hanya dengan Bercermin

Suatu penyakit bisa dideteksi dari banyak gejala, mulai dari kulit, mata, lidah atau kuku. Selain itu, penyakit ternyata juga bisa dideteksi dari wajah, yang dengan mudah tampak ketika Anda bercermin.

Berikut beberapa keluhan di kulit yang bisa jadi gejala penyakit :

1. Garis horizontal di dahi

"Ini mungkin menunjukkan masalah pencernaan. Ini bisa diatasi dengan minum air hangat dicampur dengan air jeruk lemon setiap pagi," kata Jennifer Young, pemilik Beauty Despite Cancer skincare.

2. Garis penuaan di sekitar mulut

Keriput dan garis-garis penuaan di sekitar mulut bisa terjadi karena kebiasaan merokok. Untuk mengurangi efeknya, berhentilah merokok dan gunakan lip balm secara teratur.

3. Gatal di telinga

Gatal di telinga bisa terjadi karena alergi atau intoleran. Psoriasis dan eksim di telinga juga bisa jadi tanda Anda kekurangan vitamin D, vitamin sinar matahari.

4. Jerawat di dahi

"Ini bisa menunjukkan gejala gangguan pada organ internal, seperti masalah pada hati dan lambung," jelas Nataliya Robinson, ahli kulit dan facialist di salon Michaeljohn di London.

Sarannya, minumlah banyak air untuk mengeluarkan racun. Anda juga perlu makan makanan yang 'ramah' hati, seperti sayuran berdaun hijau, serta kurangi makanan cepat saji dan kafein.

5. Lingkaran gelap di bawah mata

Lingkaran gelap di mata bisa jadi pertanda kurang tidur dan alergi. Perhatikan makanan yang membuat Anda alergi, serta kurangi konsumsi alkohol yang dapat menyebabkan kegelapan di mata.

6. Lingkaran gelap di dalam mata

Ini bisa jadi pertanda kekurangan zat besi di dalam darah. Cobalah kurangi jumlah minuman yang merangsang, seperti soda, kopi dan teh.

7. Titik putih pada mata

Serangkaian bintik-bintik putih di dekat tepi luar mata dapat menunjukkan kemacetan kronis dari sistem limfatik. Anda harus menghindari laktosa dan produk susu sapi.

8. Mata merah

Mata merah bisa menjadi pertanda konjungtivitis atau infeksi mata ringan. Dalam kasus konjungtivitis bisa diobati dengan antibiotik tetes.

9. Luka di sekitar mulut

Luka di sudut mulut mungkin menjadi pertanda Anda kekurangan vitamin B. Cobalah perbanyak makanan yang kaya vitamin B seperti biji-bijian. Bila perlu tambahkan suplemen vitamin B.

Lakukan 5 Cara ini untuk Cegah Masuk Angin

Hujan yang masih kerap menyapa seringkali menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti timbulnya rasa kembung, mual, muntah, hingga demam. Kondisi ini sering disebut sebagai masuk angin. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya masuk angin?

"Masuk angin terjadi jika kondisi imun tubuh sedang tidak baik, tubuh sedang drop atau tidak fit, sehingga daya tahan tubuh menurun. Virus akan semakin mudah masuk ke dalam tubuh kita karena pertahanannya sedang lemah," ujar dr. S. Djokomuljanto, M.Med (Paeds) Sp.A, dokter spesialis anak RS Siloam Lippo Village Karawaci.

Dr. Djokomuljanto menuturkan ada 5 hal penting yang bisa dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang masuk angin saat musim hujan :

1. Jaga pola makan sehat

Pola makan sehat tentu saja membutuhkan berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh secara lengkap. Tidak hanya karbohidrat, protein, dan lemak dari nasi serta lauk-pauk. Tetapi juga harus dilengkapi dengan rutin mengonsumsi buah-buahan dan sayuran setiap hari, untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

2. Cuci tangan

Banyak orang malas untuk melakukan cuci tangan bahkan saat mau makan. Padahal tangan selalu digunakan untuk beraktivitas, memegang benda, serta dipastikan banyak bakteri dan kuman yang menempel. Tidak hanya saat mau makan, tetapi juga saat setelah buang air besar dan kecil, saat setelah memegang binatang, dan sebelum tidur.

3. Konsumsi suplemen vitamin

Jika memang tubuh dirasakan kurang mendapatkan cukup nutrisi dari makanan yang dimakan, pemenuhan vitamin dan mineral bisa didapatkan dari konsumsi suplemen vitamin. Tetapi jika bisa, tetap usahakan untuk mengonsumsi vitamin dan mineral secara alami dari buah dan sayur.

4. Perbanyak minum air putih

Kondisi tubuh dehidrasi juga bisa membuat tubuh menjadi berisiko terkena penyakit. Usahakan untuk selalu minum air putih minimal 8 gelas setiap harinya. Jika memungkinkan, bawa botol minuman berisi air putih setiap akan beraktivitas.

5. Istirahat yang cukup

Setelah semua nutrisi tercukupi, selalu istirahat dengan tidur malam minimal 7 jam setiap harinya. Jika tubuh kurang istirahat, proses pergantian sel yang rusak tidak akan optimal. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun dan tubuh akan menjadi lemah.

Cara Alami Detoks Tanpa Suplemen

Diet detoks yang kini sedang populer umumnya mematok harga yang tidak murah, sebab ada suplemen tertentu yang harus dibeli. Padahal ada cara detoks alami yang bisa dilakukan sembari diet, yang lebih murah karena tidak butuh suplemen.

Secara alamiah, detoks atau detoksifikasi sudah berlangsung di dalam tubuh setiap manusia. Selama fungsi tersebut masih terjaga dengan baik, tinggal dipikirkan saja diet atau pengaturan pola makannya sesuai tujuan yang diharapkan baik untuk menaikkan atau menurunkan berat badan.

"Jadi, detoks alami itu terjadi setiap hari yang dilakukan oleh hati. Yang penting itu bagaimana gizi tetap seimbang. Dengan cara hindari goreng-gorengan, makan sayur dan buah, makan lemak sehat dari ikan," pesan dr Samuel Oetoro, SpGK dari Universitas Indonesia.

Terkadang, diet atau pengaturan pola makan itu sendiri juga termasuk metode detoks alami yang tidak membutuhkan suplemen. Syaratnya tentu harus dengan pengaturan yang benar dan ada baiknya dikonsultasikan dengan dokter yang kompeten soal diet.

"Sebenarnya, memilih makanan apa yang masuk ke dalam tubuh kita sudah merupakan salah satu detoks alami. Misalnya dengan lebih memilih beras merah dibanding beras putih. Beras merah memiliki serat yang lebih tinggi sehingga akan melancarkan proses pencernaan, itu sudah proses detoks," kata praktisi hidup sehat, dr Phaidon L Toruan.

"Yang lebih aman tentu detoks alami, paling mudahnya adalah memilah bahan makanan apa yang masuk ke dalam tubuh. tidak hanya sembarangan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti makanan yang diolah dengan cara digoreng," lanjut dr Phaidon.

Mengonsumsi hanya satu jenis makanan saja dan sama sekali menghindari jenis makanan tertentu juga kurang dianjurkan karena pada prinsipnya diet yang sehat harus menjaga asupan gizi tetap seimbang.

"Yang sering salah dilakukan adalah diet yang hanya misalnya makan buah saja atau sayur saja, atau air kelapa saja, tanpa zat-zat gizi lainnya yang dibutuhkan tubuh, karena tubuh tetap memerlukan semua zat-zat gizi. Bila hal ini dilakukan dalam jangka panjang, tentu saja akan tidak baik bagi tubuh kita. Bisa saja tubuh menjadi kurang gizi," kata dr Cindyawati Pudjiadi, SpGK, MS dari RS Medistra.

Beberapa tips yang diberikan oleh dr Cindy adalah sebagai berikut:

~ Sebaiknya makanan yang dikonsumsi dibagi dalam 3 porsi besar dan 2-3 kali porsi kecil, dengan tetap mengkonsumsi lengkap dan seimbang
~ 3 porsi besar adalah untuk makan pagi, siang dan malam. Isinya karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral
~ 2-3 Kali porsi kecil dalam bentuk buah atau sayur bisa untuk selingan.
~ Di awal, coba dengan mengurangi porsi nasi atau porsi makannya, kemudian bertahap diturunkan sampai sekitar 500 kalori dari yang dibutuhkan dalam sehari.

Wednesday, April 24, 2013

Tips Agar Tubuh Kembali Sehat

Beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia :

1. Udara

- Udara yang kita hirup setiap hari mengandung toksin yang berbahaya.
- Polusi dari asap kendaraan bermotor, asap rokok, dll.
- Radiasi alat elektronik seperti komputer, televisi, ponsel, microwave, dll.

2. Air

- Air minum dari sumur/pompa (air tanah).
- Air yang digunakan setiap hari banyak tercemar oleh bahan kimia dari limbah beracun industri, limbah rumah tangga.

3. Makanan dan Minuman

- Minuman yang mengandung pewarna, pemanis buatan, dan pengawet.
- Sayuran dan buah telah terkontaminasi bahan kimia (pestisida, pengawet).
- Makanan mengandung zat pengawet (formalin, boraks), zat perasa (MSG), zat pewarna.
- Makanan tinggi kolesterol.
- Makanan cepat saji (fast food), daging hewan yang mengandung hormon.
- Pola makan yang tidak tepat.

4. Keseimbangan Emosi

- Pola hidup yang tidak sehat.
- Stress yang diakibatkan tekanan masalah keluarga, pekerjaan, dll.

5. Olahraga

- Berolahraga secara teratur 5-10 menit sehari atau 30 menit tiap minggu.
- Olahraga membantu meningkatkan metabolisme lemak dan menjaga kesehatan organ-organ tubuh.

6. Istirahat

- Istirahat yang baik selama 6-8 jam perhari.
- Tidur diperlukan untuk memulihkan tenaga, meregenerasi sel-sel tubuh, mendetoksifikasi tubuh dari toksin.

Saat ini gaya hidup dan pola makan yang tidak memperhatikan gizi yang baik, mengakibatkan tingginya resiko timbulnya penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, kencing manis, rematik yang sudah dirasakan sampai di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Belum lagi akibat yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar yang tercemar oleh polusi justru merangsang tumbuhnya radikal bebas yang merusak tubuh kita.

Tanpa disadari dalam tubuh kita secara terus-menerus terbentuk radikal bebas melalui peristiwa metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi dan akibat respon terhadap pengaruh dari luar tubuh : polusi lingkungan, ultraviolet, asap rokok dan lainnya.

Untuk mendapatkan tubuh sehat dan umur panjang, orang melakukan banyak hal. Mulai dari olahraga, menyantap makanan tambahan, sampai bedah kosmetik untuk mengencangkan kulit yang mulai keriput. Padahal itu hanya di permukaan saja. Yang lebih penting justru bagaimana kita memerangi radikal bebas yang merusak tubuh dari dalam, yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan menjaga kebugaran tubuh sampai di usia senja.

Berikut tips untuk mengembalikan kondisi tubuh agar kembali sehat dan bugar agar kualitas hidup menjadi lebih baik sampai usia senja, dan memang hal ini tidak mudah tanpa didukung usaha sejak dini di usia muda.

1. Cleansing

Mengeluarkan semua toksin/racun yang berbahaya bagi tubuh, yang telah menumpuk di dalam tubuh selama bertahun-tahun.

2. Balancing

Mensuplai nutrisi yang seimbang ke dalam tubuh.Nutrisi yang dibutuhkan dalam tubuh dapat kita penuhi dengan pola makan yang baik yaitu 5 porsi sayur dan buah-buahan. Nutrisi yang seimbang sangat dibutuhkan sel tubuh untuk terus beraktifitas, seperti vitamin, mineral dan zat gizi lain yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk melancarkan, menyeimbangkan sistem hormonal serta keseimbangan asam-basa dalam tubuh.

3. Activating

Mengaktifkan sel tubuh untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh.
Dengan meningkatkan pemasukan nutrisi kedalam sel tubuh dan sel darah, membantu regenerasi sel darah merah dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah, menghambat proses oksidasi dan menstimulasi regenerasi sel organ tubuh untuk berkerja secara optimal dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.

4. Defending

Meningkatkan sistem pertahanan tubuh.
Dengan merangsang sel tubuh untuk membentuk antibodi dalam membantu mempertahankan tubuh dari bahaya radikal bebas dan serangan penyakit, juga turut berperan dalam menjaga kesehatan.

Tips Menjaga organ HATI kita tetap sehat

HATI merupakan organ yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Organ ini bekerja menyaring darah dari saluran pencernaan, sebelum melewatkan darah tersebut ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, organ satu ini juga mendetoksifikasi zat kimia dan mematobolisme obat.

Mengingat begitu pentingnya fungsi hati, ada baiknya memelihara kesehatan hati secara berkelanjutan. Bagaimana caranya?

Berikut beberapa langkah yang bisa menjadi panduan Anda :

1. Jangan makan kalau tidak lapar.

Sebagian besar orang terbiasa makan tiga kali sehari pada jam yang teratur, terlepas mereka lapar atau tidak. Akan lebih baik jika Anda menyesuaikan kebiasaan makan dengan rasa lapar. Jika Anda terbiasa makan secara teratur saat tidak lapar, hati Anda akan bekerja jauh lebih keras dan pada dasarnya akan lebih cepat aus.

2. Perbanyak konsumsi air yang sudah disaring.

Air membantu membersihkan hati dan ginjal serta membantu menurunkan berat badan. Sering-seringlah minum air dalam jumlah kecil untuk mencegah pengerutan sel-sel tubuh. Orang-orang yang kurang konsumsi air berisiko lebih besar mengalami kepikunan.

3. Hindari konsumsi gula dalam jumlah besar.

Cobalah membatasi asupan gula, khususnya gula olahan. Pasalnya, hati akan mengubah gula menjadi lemak dan kolesterol. Lemak bisa memicu kerusakan organ tubuh. Selain itu, lemak tersebut akan dibawa ke area seperti paha, pantat dan perut untuk disimpan. Pada akhirnya, kadar trigliserida menjadi terlalu tinggi. Peningkatan kadar trigliserida berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

4. Cobalah menghindari pemanis buatan.

Pemanis ini merupakan racun bagi hati dan bisa menyebabkan hipoglikemia serta keletihan. Jika harus mengonsumsi sesuatu yang manis, pilihlah buah segar, buah yang telah dikeringkan atau madu.

5. Kunyah makanan secara perlahan.

Pastikan mengunyah makanan secara perlahan dan hingga halus. Pasalnya, pencernaan dimulai saat air liur menyatu dengan makanan dalam mulut. Seiring penuaan, produksi asam hydrochloric dalam lambung seringkali tidak cukup untuk mencerna protein dengan efisien. Hal ini bisa diatasi dengan minum segelas kecil air dipadukan dengan satu sendok teh cuka sari apel saat mengonsumsi makanan yang mengandung protein.

6. Perhatikan kesehatan usus.

Hati harus menyaring dan menghancurkan bakteri dan virus yang ada dalam makanan. Terlalu banyak organisme jahat, seperti salmonella atau bakteri shigella, akan membuat Anda sakit dan memicu kerusakan hati permanen. Untuk mengurangi risiko ini, pastikan hanya mengonsumsi makanan segar dan hindari memanaskan makanan secara berulang. Jangan pernah memanaskan makanan lebih dari sekali. Selain itu, jangan lupa cuci tangan sebelum makan.

7. Jangan makan saat stres atau cemas.

Pada saat stres atau cemas, aliran darah dialihkan dari usus dan hati ke area tubuh lainnya.

8. Hindari konstipasi.

Hindari konstipasi (sembelit) dengan cara menambah asupan buah dan sayuran segar serta minum air sepanjang hari. Dengan menghindari konstipasi, Anda bisa mencegah pertumbuhan organisme jahat dalam usus besar. Untuk menambah jumlah bakteri baik, cobalah mengonsumsi yogurt.

16 Jenis Kanker dan Cara Deteksi Dininya

Penyakit yang paling mematikan di dunia adalah kanker. Kanker banyak sekali macamnya dan Anda perlu mengenal dan mengetahui cara untuk mendeteksi kanker secara dini.

Berikut adalah 16 jenis kanker beserta cara pendeteksian secara dini seperti dikutip dari ivillage:

1. Kanker Payudara

Menurut American Cancer Society, ada sekitar 226.870 kasus kanker payudara yang terjadi tahun ini dan sekitar 2190 kasus terjadi pada pria. Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita setelah kanker kulit.

Wanita pada usia 40 tahun atau lebih tua harus melakukan pemeriksaan mammogram setiap tahunnya untuk mendeteksi kanker secara dini. Wanita yang masih muda harus melakukan pemeriksaan sendiri atau memeriksakan kondisi payudaranya ke dokter setiap tiga tahun sekali.

Jika Anda memiliki risiko kanker payudara yang diturunkan dari orangtua atau keluarga Anda, periksakan ke dokter untuk mendapatkan prosedur pemeriksaan MRI.

Gejalanya adalah muncul benjolan yang semakin membesar pada payudara dan perubahan ukuran, bentuk dan warna pada payudara dan puting.

2. Kanker Serviks

Kanker ini terjadi pada serviks yang menghubungkan uterus dengan vagina. American Cancer Society menyatakan ada sekitar 12.170 wanita yang menderita kanker serviks tahun ini. Kanker serviks biasanya terjadi pada wanita di bawah usia 50 tahun.

Untuk mendeteksi penyakit ini secara dini, lakukan tes PAP mulai pada usia 21 tahun dan selanjutnya tiap 3 tahun sekali jika hasilnya normal. Pada usia 30 tahun, tes PAP harus dikombinasikan dengan tes HPV setiap 5 tahun sekali sampai usia 65 tahun.

Gejalanya adalah pendarahan abnormal pada vagina, seperti pendarahan setelah berhubungan seks, setelah menopause, timbulnya bercak darah ketika menstruasi, nyeri ketika berhubungan seks dan gejala lainnya.

3. Kanker Rahim

Sebanyak 47.130 kasus kanker rahim terjadi tahun ini, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists. Sekitar 9 dari 10 orang yang menderita kanker rahim menunjukkan gejala pendarahan pada vagina, nyeri panggul, nyeri saat berhubungan seks dan kehilangan berat badan secara drastis.

Tidak ada tes screening yang spesifik untuk mendeteksi kanker rahim secara dini pada wanita yang belum menunjukkan gejala tertentu. Tapi wanita yang memiliki risiko tinggi terhadap kanker rahim, yaitu wanita yang tidak pernah melahirkan, obesitas, diabetes atau tekanan darah tinggi, harus segera memeriksakan kondisinya ke dokter jika mengalami pendarahan vagina.

4. Kanker Ovarium

Kasus kanker ovarium tahun ini terjadi pada sekitar 22.280 wanita. Kebanyakan terjadi pada wanita pasca menopause. Tidak ada tes screening khusus untuk kanker ovarium, tetapi jika Anda merasa ada yang salah pada kondisi ovarium Anda, dokter akan melakukan uji panggul dan tes tambahan lainnya seperti ultrasound.

Gejalanya adalah perut kembung, nyeri pada panggul, kehilangan nafsu makan, terlalu sering buang air kecil, mudah lelah, nyeri ketika berhubungan seksual dan nyeri punggung.

Jika Anda mengalami kondisi tersebut, segera periksakan ke dokter, khususnya jika Anda telah berumur 55 tahun atau lebih, pasca menopause, tidak pernah melahirkan dan memiliki keluarga yang punya riwayat kanker.

5. Melanoma (Kanker Kulit)

Sekitar 76.250 kasus melanoma terjadi pada tahun ini. Melanoma adalah kanker kulit yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen (melanosit). Jenis kanker ini biasanya terjadi pada orang di bawah usia 30 tahun.

Anda dapat melakukan proses screening sendiri untuk mencegah melanoma dengan mengamati tanda-tanda munculnya bintik-bintik pada kulit Anda. Atau jika kulit Anda terlalu sensitif, kunjungi dokter kulit untuk mengetahui lebih lanjut apakah Anda berisiko terhadap melanoma.

Gejala yang mungkin pada penderita melanoma adalah munculnya bintik atau tahi lalat yang berubah bentuk, warna dan ukuran. Terkadang di sekitar bintik dan tahi lalat akan terasa gatal, nyeri bahkan terjadi pendarahan.

6. Kanker Prostat

Sekitar 241.740 kasus kanker prostat terjadi tahun ini. 2 dari 3 orang yang menderita kanker prostat adalah pria yang berumur lebih tua dari 65 tahun.

Belum ada tes screening yang direkomendasikan untuk mendeteksi kanker prostat secara dini. Anda harus menjalani pemeriksaan tes darah prostate-specific antigen (PSA) dan digital rectal exam (DRE) jika telah menginjak usia 50 tahun atau lebih.

Gejala kanker prostat antara lain bermasalah dalam ereksi, urin yang mengandung darah, nyeri pada pinggang dan melemahnya kaki.

7. Kanker Testis

Sebanyak 8.590 kasus kanker testis terjadi tahun ini berdasarkan data dari National Cancer Institute. Penderitanya paling banyak adalah pria pada usia 20 sampai 35 tahun.

Anda harus segera memeriksakan kondisi testis Anda ke dokter jika Anda menemukan sesuatu yang aneh pada testis. Gejala yang mungkin adalah pembengkakan testis dan rasa berat pada skrotum.

8. Leukemia (Kanker Darah)

Kasus leukemia tahun ini telah terjadi pada 47.150 orang, berdasarkan data National cancer Institute. Leukimia adalah jenis kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening. Semua kanker bermula di sel, yang membuat darah dan jaringan lainnya.

Tidak ada tes screening yang dapat dilakukan untuk mendeteksi leukimia secara dini. Gejala yang mungkin terjadi pada penderita leukimia adalah bengkaknya kelenjar getah bening di sekitar leher atau ketiak tanpa disertai rasa sakit, demam, mudah terinfeksi, mudah lelah, mudah berdarah ketika luka dan kehilangan berat badan.

9. Kanker Perut (Lambung)

Menurut American Cancer Society, telah terjadi kasus kanker lambung sebanyak 21.320 kasus tahun ini. Kanker lambung biasanya terjadi pada orang pada usia 65 tahun atau lebih dan pria lebih berisiko tinggi daripada wanita.

Belum ada tes screening yang dapat mendeteksi kanker lambung secara dini. Tetapi dokter akan melakukan tes lain seperti endoscopy untuk memeriksa perut, esofagus dan usus halus.

Kanker perut ketika yang masih dini tidak menimbulkan gejala tertentu, tetapi setelah parah akan menyebabkan ketidaknyamanan, kesulitan menelan, muntah, kembung setelah makan dan kehilangan berat badan.

10. Kanker Paru-paru

Menurut American Lung Association, kanker paru-paru adalah penyebab kematian terbesar baik pada pria maupun wanita. Kanker paru-paru telah terjadi sebanyak 226.160 kasus tahun ini.

Tidak ada tes screening yang sesuai untuk kanker paru-paru, tetapi jika Anda berisiko tinggi terhadap kanker paru-paru seperti perokok dan berusia 55-74 tahun, mintalah dokter anda untuk melakukan CT-scan. Melalui tes ini, Anda akan mememukan keganjilan pada paru-paru Anda secara dini.

Ketika kanker paru-paru telah parah, gejala yang muncul adalah batuk yang terus-menerus, nyeri di dada, kelelahan, napas pendek dan infeksi paru-paru atau pneumonia.

11. Kanker Colorectal (Colon dan Rectum)

Kanker colorectal adalah kanker yang terjadi pada usus besar dan dubur. Sebanyak 103.170 kasus kanker usus besar dan 40.290 kasus kanker dubur terjadi tahun ini. Kebanyakan penderitanya adalah orang dengan usia 50 tahun atau lebih.

Anda dapat melakukan tes screening dengan sigmoidoscopy atau colonoscopy pada usia 50 tahun.

Gejala yang timbul pada kanker jenis ini adalah sembelit, pendarahan pada anus dan kehilangan berat badan.

12. Kanker Otak

Kanker otak yang diawali dengan tumbuhnya tumor dalam otak, meskipun kecil tetap harus dihilangkan karena tumor dapat tumbuh dan merusak sel-sel otak yang normal. Sekitar 22.190 kasus kanker otak terjadi tahun ini, berdasarkan data dari National Cancer Institute.

Periksalah ke dokter untuk mendeteksi gejala kanker otak secara dini. Dokter akan biasanya akan melakukan tes MRI untuk memastikan otak Anda dalam keadaan sehat.

Gejala umum yang terjadi pada penderita kanker otak adalah sakit kepala, masalah keseimbangan, gangguan penglihatan dan pendengaran.

13. Kanker Kandung Kemih

Sebanyak 73.510 kasus baru mengenai kanker kandung kemih terjadi tahun ini. Kebanyakan terjadi pada orang dengan usia 55 tahun atau lebih dan pria lebih berisiko dibanding wanita.

Tes screening tidak dianjurkan untuk Anda kecuali Anda berisiko tinggi terhadap kanker kandung kemih, seperti orang yang selalu terpapar bahan kimia seperti tukang cat, penata rambut dan ahli mesin.

Dokter akan melakukan tes urin atau cystoscopy untuk mengetahui apakah Anda berisiko terhadap kanker kandung kemih atau tidak.

Gejala yang terjadi pada penderita kanker kandung kemih adalah adanya darah pada urin, terlalu sering buang air kecil dan rasa nyeri seperti terbakar ketika buang air kecil.

14. Kanker Ginjal

Sekitar 64.770 kasus kanker ginjal terjadi tahun ini dan kebanyakan terjadi pada pria, menurut American Urological Association.

Kanker ginjal terbentuk pada pembuluh ginjal yang berfungsi menyaring darah dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan tubuh menjadi urin.

Tidak ada tes screening tertentu untuk mendiagnosa kanker ginjal secara dini, tetapi dokter biasanya akan menyarankan untuk pemeriksaan urin, ultrasound, CT scan atau MRI.

Gejala yang dialami oleh penderita kanker ginjal adalah adanya darah dalam urin, bengkaknya kaki dan pergelangan kaki, kehilangan berat badan tiba-tiba dan mudah lelah.

15. Kanker Hati

Estimasi kasus kanker hati tahun ini terjadi sekitar 28.720 kasus baru yang kebanyakan terjadi pada pria dibanding wanita, menurut National Cancer Institute.

Orang yang telah didiagnosa menderita hepatitis B atau C atau memiliki keluarga dengan riwayat kanker harus melakukan tes screening dengan ultrasound atau tes darah.

Ketika kanker telah parah, Anda akan merasakan gejala seperti kulit menguning, muntah dan pusing, warna urin gelap, kehilangan nafsu makan dan kembung.

16. Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan penyakit yang termasuk masalah pada pencernaan. American Cancer Society telah mencatat sebanyak 43.920 kasus kanker pankreas yang terjadi tahun ini. Sebanyak 90 persen pasien berusia lebih dari 55 tahun.

Jika Anda memiliki riwayat penyakit kanker dari orangtua, konsulatsikan kepada dokter Anda untuk melakukan tes genetik untuk mengetahui seberapa mungkin Anda dapat menderita kanker pankreas.

Gejala yang dialami penderita kanker pankreas diantaranya adalah warna urine gelap, pucat, kulit dan mata menguning, muntah dan nyeri pinggang.

Kebiasaan Orang Indonesia Saat Tubuh Mulai Tidak Sehat

Saat tubuh mulai terasa tidak sehat alias sakit, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Sayangnya, bagi orang Indonesia banyak kebiasaan-kebiasaan yang justru dapat membahayakan diri sendiri.

Berikut kebiasaan-kebiasaan orang Indonesia saat tubuhnya mulai terasa tidak sehat:

1. Menganggap hanya masuk angin biasa.

Masuk angin dan kerokan sepertinya sudah identik dengan orang Indonesia. Tiap badan terasa tidak enak, kembung, pegal atau demam, kebanyakan orang Indonesia akan memdiagnosis diri sendiri dengan masuk angin. Padahal secara medis tidak ada yang namanya penyakit masuk angin.Salah-salah gejala yang dikira masuk angin sebenarnya adalah gejala serangan jantung. Akibatnya bisa fatal bila serangan jantung hanya dianggap masuk angin biasa dan lantas dikerok.

2. Males ke dokter karena tidak siap divonis penyakit serius

Saat menunjukkan gejala tubuh mulai tidak sehat, banyak orang Indonesia yang meremehkannya dan menganggapnya hanya gejala penyakit biasa. Banyak orang yang selalu merasa terbebani kalau harus ke dokter, mengabaikan gejala-gejala ringan dan baru ke dokter ketika penyakit sudah terlanjur parah. Padahal, biaya yang dikeluarkan untuk ke dokter menjadi lebih membengkak ketika penyakit semakin parah.

3. Makan obat warung terus-menerus walaupun tidak sembuh

Beberapa obat warung memang aman, tetapi tidak untuk dikonsumsi secara terus-menerus. Obat yang boleh dijual di warung tergolong obat bebas dan obat ini hanya boleh dikonsumsi oleh orang yang memiliki fungsi organ-organ baik atau tidak memiliki penyakit tertentu. Karena itu satu obat belum tentu cocok untuk semua orang.

Sebaiknya batas waktu mengonsumsi obat bebas hanya selama 3 hari saja, jika tidak ada perbaikan sebaiknya hentikan penggunaan obat dan konsultasikan ke dokter.

4. Mendiagnosis diri sendiri dan minum jamu sembarangan

Karena tak ingin pergi ke dokter, tidak sedikit orang Indonesia yang suka mendiagnosis diri sendiri. Tak hanya itu, gejala-gejala tubuh yang dirasakan lalu dicocokkan dengan jamu sembarangan yang belum tentu khasiatnya.

5. Terlalu hitung-hitungan uang untuk kesehatan

Bukannya tidak mampu untuk berobat, terkadang orang Indonesia memang terlalu hitung-hitungan soal kesehatan. Orang Indonesia rela mengeluarkan uangnya untuk jalan-jalan, membeli barang-barang mewah atau konsumtif lainnya ketimbang harus ke pusat kebugaran untuk olahraga atau bahkan ke dokter saat tubuh sudah terasa sakit.

6. Mengabaikan anjuran dokter

Cukup banyak pasien yang bandel di Indonesia, termasuk mengabaikan anjuran dokter misalnya dengan tidak menghabiskan obat terutama antibiotik, menghindari pantangan yang diberikan seperti tidak merokok atau makan makanan tertentu dan tidak mau cek laboratorium atau datang konsultasi lagi.

7. Pasrah saat sakit

Daya juang untuk sembuh sangat berpengaruh untuk mengatasi penyakit itu sendiri, sayangnya tidak banyak orang Indonesia yang memilikinya. Banyak yang lebih memilih pasrah dan menunggu saja tanpa melakukan usaha pengobatan medis yang berarti karena takut jadi kelinci percobaan para dokter.

Tidur Miring ke Kanan

Tidur dengan posisi miring ke kanan merupakan posisi tidur yang benar dan tepat.
Ukuran paru-paru sebelah kiri lebih kecil daripada paru-paru sebelah kanan. Karena itu, jantung menahan beban yang lebih sedikit dan Lever pun berada dalam kondisi stabil dan tidak menggantung. Lambung juga berada dalam kondisi nyaman. Posisi seperti ini membantu mempercepat proses pengosongan lambung.

Tidur dengan posisi miring ke kanan merupakan praktek kedokteran yang paling berhasil. Posisi ini juga memudahkan sekresi yg berupa cairan lendir pada Bronkus (cabang paru-paru) sebelah kiri.

Ditambah, terjadinya pembesaran paru-paru sebelah kiri dan bukan paru-paru sebelah kanan disebabkan oleh posisi Bronkus yang berbeda. Bronkus sebelah kanan posisinya menyamping horizontal sehingga lendir mudah dikeluarkan, sedangkan Bronkus sebelah kiri posisinya vertikal sehingga lendir lebih sulit dikeluarkan sebab harus didorong ke atas. Jika dibiarkan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penimbunan lendir di batang tenggorokan yang mengakibatkan pula munculnya gangguan pada paru-paru dan organ pengeluaran, seperti ginjal. Karena itu pengobatan paling mutakhir untuk mengatasi masalah tersebut adalah tidur dengan posisi miring ke kanan.

Manfaat tidur miring ke kanan:

1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri.
2. Mengurangi beban jantung.
3. Mengistirahatkan lambung.
4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas.
5. Meningkatkan waktu Penyerapan Zat Gizi.
6. Merangsang Buang Air Besar (BAB).
7. Mengisitirahatkan Kaki Kiri.
8. Menjaga Kesehatan Paru-Paru.
9. Menjaga Saluran Pernafasan.

Ukurlah kesehatan tubuh Anda dari warna air seni.

Hati-hati Pakai Krim Anti Nyamuk

Pakar epidemologi Universitas Indonesia, dr Tri Y Wahyono, mengimbau masyarakat berhati-hati menggunakan krim antinyamuk untuk mencegah penularan demam berdarah dengue, karena penggunaan dalam jangka panjang akan berakibat pada kesehatan kulit.

"Apabila ditinjau dari produk kimia, semacam krim seperti itu jika dipakai secara terus-menerus akan menimbulkan iritasi kulit," katanya.

Dia menilai bukan hanya kulit yang akan mengalami iritasi, tetapi juga nyamuk akan resisten terhadap kandungan senyawa yang dipakai untuk mengusir mereka.

"Ada dua kemungkinan kalau kita menggunakan krim itu ataupun racun semprot antinyamuk, yaitu kita yang terkena penyakit iritasi tapi nyamuknya resisten atau tambah kebal terhadap bahan itu," katanya.

Dia menyarankan agar masyarakat membaca aturan pakai sebelum menggunakan krim atau senyawa kimia antinyamuk semprot tersebut.

"Ini juga harus menjadi perhatian pemerintah, yakni pengawasan karena sebagian besar masyarakat pengguna krim antinyamuk itu masyarakat menengah ke bawah," katanya.

Awas, Makanan yang Diolah dengan Suhu Tinggi Picu Diabetes

Pola makan yang sehat merupakan kunci dari pencegahan penyakit diabetes. Mungkin Anda hanya akan mengganti gula dan makanan berkarbohidrat tinggi dengan makanan yang lebih sehat tapi nyatanya itu tidaklah cukup. Sebuah studi baru dari AS mengungkapkan bahwa metode pengolahan makanan juga mempengaruhi risiko Anda terkena diabetes atau tidak.

Tim peneliti dari University of Illinois berhasil membuktikan bahwa metode pengolahan makanan menggunakan suhu tinggi seperti grilling atau memanggang dan menggoreng berisiko tingi menyebabkan diabetes karena cara masak seperti itu menghasilkan AGE (advanced glycation end products) atau senyawa berbahaya yang menyebabkan komplikasi yang berkaitan dengan diabetes.

AGE merupakan zat turunan gula yang dihasilkan secara alami oleh tubuh dalam jumlah kecil. Zat ini sebenarnya mulai terbentuk sejak dalam kandungan dan akan terus berkembang seiring dengan pertambahan usia. Tapi ketika seseorang terkena diabetes, secara otomatis konsentrasi AGE-nya akan bertambah karena peningkatan kadar glukosa di dalam tubuhnya.

Tak hanya dihasilkan oleh tubuh, AGE juga terkandung dalam makanan, terutama yang telah terpapar oleh panas. Secara khusus, makanan yang diolah dalam suhu tinggi lebih banyak menghasilkan AGE. Hal ini dapat dilihat dari rasa makanan tersebut. Zat inilah yang menyebabkan streak terasa enak terutama di bagian yang agak gosong dan membuat brownies menjadi renyah.

Selain makanan yang dipanggang atau dibakar, makanan yang mengalami pasteurisasi atau disterilkan dengan panas tinggi juga dapat membentuk AGE. Begitu pula dengan bahan makanan seperti ikan dan daging yang mengandung lemak dan protein tinggi karena secara alami bahan makanan ini sudah mengandung AGE, namun jika dimasak dengan suhu tinggi maka kadar AGE-nya akan ikut bertambah.

Sebaliknya sayuran, buah-buahan, gandum utuh dan susu AGE-nya relatif rendah, meski telah dimasak sedemikian rupa.

"Diduga AGE dapat menimbulkan kerusakan jaringan yang biasanya terlihat pada penderita komplikasi akibat diabetes," tandas salah satu peneliti Claudia Luevano-Contreras, seorang kandidat PhD ilmu gizi di University of Illinois, Urbana-Champaign, AS seperti dilansir huffingtonpost.

Lagipula asupan makanan yang mengandung AGE tinggi juga kerap dikaitkan dengan munculnya peradangan dan oksidasi pada pengidap diabetes. Padahal peradangan dipicu oleh stres oksidatif merupakan akar dari berbagai gangguan kesehatan kronis.

Belum lagi AGE tinggi yang terkandung dalam makanan dapat memperburuk kondisi atherosclerosis, plak berbahaya yang menumpuk di sepanjang pembuluh darah pengidap diabetes.

Menurut keterangan dari American Diabetes Association, AGE berkontribusi terhadap penumpukan plak, pengerasan arteri hingga penurunan elastisitas pembuluh darah besar. Padahal jika ketiganya benar-benar terjadi, aliran darah ke jantung akan berkurang, otomatis serangan jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya hanya tinggal menunggu waktu.

Tips Cara untuk Berhenti Merokok dan Menjalani Hidup Sehat

Anda mungkin menyadari fakta bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan Anda dari banyaknya informasi akan bahaya dan resiko dari merokok yang sudah dipublikasikan di berbagai media.

Apakah Anda sudah mencoba untuk berhenti merokok? Tidak mudah memang untuk berhenti dari merokok, dibutuhkan usaha dan komitmen dari diri sendiri agar dapat berhenti total. Bahkan ada juga yang berhenti sementara tetapi kembali lagi untuk merokok. Ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk merokok; tapi jika punya niat untuk berhenti pasti bisa.

Berikut tips cara untuk berhenti merokok yang mungkin dapat Anda praktekkan dan memulai menjalani hidup sehat.

1. Bulatkan Tekad

Sebelum berpikir tentang berhenti merokok, Anda perlu membulatkan tekad dan memantapkan pikiran Anda bahwa Anda hanya perlu untuk berhenti merokok. Anda harus mengingatkan diri sendiri bahwa merokok buruk bagi kesehatan Anda juga orang-orang di sekitar Anda yang menghirup asap rokok tersebut. Jika Anda sendiri masih berubah-ubah tentang ingin berhenti, maka Anda tidak akan bisa berhenti secara total.

2. Rencanakan Hari Berhenti Anda

Bagi Anda yang bertekad untuk berhenti merokok, Anda perlu mengatur kapan hari terakhir ketika Anda benar-benar merencanakan untuk mengambil langkah besar ini. Ini juga akan membantu Anda agar tidak menunda-nunda waktu Anda untuk berhenti.

3. Buat daftar alasan mengapa Anda harus berhenti

Ini adalah cara lain untuk membantu Anda berhenti merokok. Anda harus membuat daftar semua alasan mengapa Anda ingin berhenti merokok. Alasan-alasan yang nantinya juga bisa memotivasi Anda bahkan disaat Anda berpikir untuk berubah pikiran.

4. Beritahu orang terdekat Anda

Setelah Anda menetapkan satu tanggal kapan Anda akan benar-benar berhenti merokok, beriktahukan teman-teman, kerabat dan keluarga Anda tentang hal itu. Dengan cara ini, bahkan orang-orang yang peduli pada Anda akan dapat membantu Anda untuk mengingatkan di kala tekad Anda sedang goyah.

5. Alihkan pikiran

Akan ada saatnya dimana Anda akan kembali tergoda di saat telah mulai berhenti. Tapi kemenangan adalah ketika Anda belajar bagaimana untuk mengatasi keinginan tersebut.

Untuk melakukan ini, Anda dapat mengalihkan pikiran Anda di tempat lain. Misalnya, pergi berjalan-jalan, minum segelas air, bermain dengan anak Anda, membersihkan kamar atau terlibat dalam beberapa aktivitas pekerjaan di setiap kali Anda memiliki keinginan untuk kembali merokok.

6. Jangan menyimpan rokok di dekat Anda

Untuk membantu Anda untuk berhenti merokok dan memulai hidup sehat, Anda harus membuang semua rokok dan semua hal yang berkaitan dengan rokok seperti pemantik api, pipa rokok, asbak,dll. Hindari juga untuk menyimpan rokok di ruang-ruang tertentu di rumah, di kantor atau pun di mobil.

7. Siapkan alternatif pilihan

Cara lain yang mudah untuk mengontrol hasrat Anda adalah dengan memiliki beberapa alternatif pilihan makanan lain yang sehat. Jadi ketika Anda memiliki keinginan untuk merokok, Anda dapat menggantinya dengan makanan atau minuman tersebut.

Beberapa pilihan makanan sehat adalah teh herbal atau kacang-kacangan. Anda dapat makan, minum atau menemukan alternatif lain ketika Anda memiliki keinginan untuk kembali merokok.

8. Berbicara dengan seorang dokter/konselor

Jika Anda tidak keberatan berbicara tentang masalah Anda berhenti merokok, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter atau konselor. Mereka akan membantu Anda dan membuat pekerjaan Anda berhenti merokok sedikit lebih mudah.

9. Baca buku

Buku-buku yang berhubungan dengan self development atau pun self-help dapat membantu Anda untuk lebih termotivasi dan mungkin menemukan cara-cara yang lebih ampuh untuk diapliklasikan agar tujuan Anda tercapai. Jadi, tidak ada salahnya membeli beberapa buku yang dapat membantu Anda agar menemukan cara berhenti merokok dengan metode yang berbeda.

Teman-teman, merokok itu mudah, tetapi ketika Anda harus berhenti merokok itu menjadi tantangan besar buat Anda, demikian juga bagaimana cara untuk berhenti merokok dapat berbeda-beda bagi masing-masing orang. Memang ini adalah pilihan, jadi tiap orang berhak menentukan apa yang diinginkannya. Akan tetapi tetap perhatikan juga orang-orang di sekitar Anda yang Anda cintai, jangan sampai mereka terkena dampaknya dari asap rokok.

Semoga informasi ini berguna.