Monday, April 27, 2015

Hati-Hati Kolesterol Tinggi!

Hati-Hati Kolesterol Tinggi!

Kadang kita lupa apa yang kita makan sehari-hari dapat memicu naiknya kolesterol dalam tubuh. Makanan seperti daging sapi yang berlemak, makanan berbahan dasar daging kambing atau bersantan, dapat memicu tingginya kolesterol dalam tubuh Anda. 
Kolesterol merupakan zat di dalam darah dimana semakin tinggi kolesterol, maka semakin besar kemungkinan kolesterol tersebut tertimbun pada dinding pembuluh darah. Hal ini menyebabkan saluran pembuluh darah menjadi sempit sehingga suplai darah ke otak terganggu. Kondisi inilah yang memicu terjadinya stroke non pendarahan (iskemik) atau penyempitan pada pembuluh darah jantung yang mengakibatkan penyakit jantung. 
Berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2013, secara nasional sebanyak 40,7% penduduk Indonesia mengonsumsi makanan berlemak, berkolesterol dan makanan gorengan lebih dari sekali sehari. Enam provinsi yang mengonsumsi lemak tertinggi adalah Jawa Tengah (60,3%), DI Yogyakarta (50,7%), Jawa Barat (50,1%), Jawa Timur (49,5%), dan Banten (48,8%) yang diikuti oleh DKI Jakarta (47,8%).

Apa Dampaknya Bila Kolesterol Tinggi? 
Kolesterol yang tinggi dan tertimbun di dalam pembuluh arteri, akan menyebabkan penyakit yang dikenal dengan aterosklerosis, yaitu penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Lemak yang menumpuk akan mengeras dan membentuk plak. Plak-plak inilah yang menghambat peredaran darah ke jantung. Sebagai akibatnya, terjadilah serangan jantung, stroke, bahkan kematian mendadak.
Nilai normal kolesterol total kurang dari 200 mg/ dL, dan dikatakan tinggi jika angka kolesterol total lebih dari 240 mg/dL.

Cegah Tumor

Kita mungkin sering mendengar mengenai penyakit tumor namun tidak tahu arti sebenarnya dari tumor. Dalam bahasa medis, tumor merupakan pembentukan neoplasma yang disebabkan oleh pertumbuhan atau regenerasi sel tubuh yang tidak wajar. Namun, pengertian tumor semacam ini tentunya sulit untuk dimengerti oleh masyarakat awam.  
Secara sederhananya, tumor  merupakan bahasa latin dari pembengkakan, yang merujuk pada massa jaringan yang tidak normal. Tumor ini sendiri bisa saja “ganas” (bersifat kanker) atau “jinak” (tidak bersifat kanker). 
Tumor jinak hanya tumbuh pada satu bagian tubuh dan tidak menyebar atau menyerang bagian lain. Sedangkan tumor ganas atau yang sering disebut kanker, adalah tumor yang dapat menyerang jaringan di sekitarnya, masuk ke pembuluh darah, dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Biasanya, tumor jinak tidak akan tumbuh lagi setelah diangkat, sementara tumor ganas memiliki kemungkinan untuk muncul kembali. 
Dalam kondisi normal, sel-sel baru akan tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan tubuh untuk menggantikan sel-sel tua yang mati. Pada umumnya, proses ini terjadi secara terkendali. Namun jika penambahan sel-sel baru terjadi secara berlebihan, di sinilah tumor akan terbentuk. Penyebab tumbuhnya tumor memang belum diketahui secara pasti, tapi ada beberapa faktor yang diduga sebagai pemicunya, antara lain:
  • Faktor keturunan dan kelainan genetika.
  • Konsumsi minuman keras yang berlebihan.
  • Kelainan pada sistem kekebalan tubuh.
  • Kelebihan berat badan.
  • Paparan polusi udara.
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan.
  • Paparan Radiasi


Langkah Pencegahan Tumor 
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya tumor, yaitu: 
  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, misalnya meningkatkan konsumsi serat, terutama sayuran dan mengurangi konsumsi makanan berlemak.
  • Menjaga berat badan yang ideal.
  • Meminimalisasi paparan senyawa kimia yang mengandung racun, misalnya dengan memakai masker saat menggunakan kendaraan umum.
  • Menghindari paparan radiasi.
  • Menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.
  • Mengonsumsi food supplement bersifat antioksidan yang dapat mencegah terjadinya tumor maupun kanker.